Patrolmedia, Beijing – Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyerukan agar blokade selat Hormuz segera dibuka Iran.
Yi menyebut jika jalur perdagangan minyak vital tersebut dibuka kembali demi perdamaian dunia.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Yi menyebut saat ini ada “jendela perdamaian” yang terbuka.
Beijing meminta Teheran memanfaatkan momentum tersebut untuk menurunkan tensi konflik.
“Jendela perdamaian sedang terbuka,” ujar Wang Yi dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dikutip Jumat (17/4/2026).
Aksi Teheran mem – blokade Selat Hormuz sejak perang pecah telah memicu guncangan hebat pada ekonomi global.
Perlu diketahui, Selat Hormuz adalah jalur urat nadi yang dilewati seperlima total pasokan minyak dunia pada masa damai.
Akibat penutupan ini, harga minyak dunia meroket tajam. Dampaknya pun meluas hingga ke luar Timur Tengah:
- Biaya bahan bakar membengkak.
- Harga pangan dan kebutuhan pokok melonjak.
- Biaya logistik global naik signifikan.
Langkah Iran ini langsung direspons keras oleh Amerika Serikat (AS) dengan menerapkan blokade terhadap seluruh pengiriman barang dari dan menuju Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan per Rabu kemarin, tidak ada satu pun kapal yang berhasil menembus blokade sejak diberlakukan dua hari lalu.
Sebanyak 13 kapal dagang dilaporkan terpaksa putar balik masuk ke perairan Iran setelah mendapatkan peringatan keras dari pasukan militer AS.
Kini, mata dunia tertuju pada Iran. Apakah seruan China sebagai mitra strategisnya mampu melunakkan sikap Teheran, atau justru blokade laut AS yang akan memicu eskalasi perang yang lebih besar?
(Kml/EN)






















