Reshuffle BGN: Dadan Hindayana dan Profil Lengkapnya

Perombakan Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengeluarkan keputusan penting terkait pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam sebuah langkah penyegaran di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Posisi strategis ini kini diisi oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Keputusan ini tidak hanya berhenti pada penggantian pucuk pimpinan. Dua wakil kepala BGN lainnya juga turut mengalami pergantian dalam reshuffle yang diumumkan pada Selasa, Juni 2026. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pergantian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan penyegaran kepemimpinan demi memperkuat kinerja lembaga. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi seluruh jajaran pimpinan sebelumnya yang telah bekerja keras dalam membangun fondasi awal Badan Gizi Nasional.

Dadan Hindayana: Peran Awal dan Masa Jabatan yang Singkat

Pencopotan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN menjadi sorotan publik karena masa baktinya terbilang singkat, belum genap dua tahun. Dadan dilantik sebagai Kepala BGN pertama pada tanggal 19 Agustus 2024 oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, melalui Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024.

Sejak awal pembentukannya, Badan Gizi Nasional berada dalam fase krusial penguatan struktur dan kelembagaan. Sebagai figur pertama yang memimpin lembaga ini di masa-masa awal pembentukannya, peran Dadan Hindayana sangatlah strategis. Ia bertanggung jawab merancang arah kebijakan awal dan meletakkan dasar-dasar operasional bagi lembaga yang memiliki mandat besar dalam isu gizi masyarakat Indonesia.

Profil Akademis dan Latar Belakang Dadan Hindayana

Dadan Hindayana dikenal luas sebagai seorang akademisi dengan rekam jejak yang mengesankan. Lahir di Garut, Jawa Barat, pada tahun 1967, Dadan memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat di bidang pertanian dan entomologi. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan berhasil meraih predikat lulusan terbaik di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan pada tahun 1990.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang doktoral di Jerman, tepatnya di Universitas Leibniz Hannover, di mana ia mendalami bidang Entomologi Terapan. Sejak tahun 1992, Dadan mengabdikan dirinya sebagai dosen di almamaternya, IPB, dan kemudian dikukuhkan sebagai lektor. Karier akademiknya banyak diwarnai oleh riset mendalam, pengembangan institusi pendidikan, serta upaya penguatan sektor pertanian dan sumber daya manusia di Indonesia.

Jejak Karier dan Pengalaman di Berbagai Sektor

Sebelum dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana telah menorehkan jejak karier yang panjang dan beragam, baik di dunia akademik maupun di lingkungan kelembagaan pendidikan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha di IPB, serta menduduki berbagai posisi strategis lainnya di lingkungan kampus.

Pengalaman Dadan tidak hanya terbatas di dunia akademis. Ia juga pernah dipercaya untuk memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STPK) Banau di Halmahera Barat dan aktif sebagai konsultan di berbagai kementerian. Pengalaman luas ini membentuk Dadan menjadi sosok yang dinamis dan memiliki pemahaman mendalam tentang transformasi kelembagaan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Pada tahun 2024, kepercayaan itu kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Badan Gizi Nasional, sebuah lembaga baru yang memiliki misi vital dalam meningkatkan kualitas gizi seluruh masyarakat Indonesia.

Program Kunci dan Sorotan Selama Menjabat

Selama masa kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana turut menjadi pusat perhatian publik, terutama terkait salah satu program unggulan pemerintah, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan agenda besar yang dirancang untuk secara signifikan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Dalam berbagai kesempatan, Dadan sempat menyoroti isu pengelolaan anggaran program MBG yang mencapai puluhan triliun rupiah. Ia juga membahas potensi pengembalian dana yang tidak terserap secara optimal, menunjukkan kepeduliannya terhadap efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Selain itu, Dadan juga pernah menjadi perhatian media karena beberapa pernyataannya yang menggambarkan pengalamannya dalam bertransformasi dari lingkungan akademik yang lebih tenang ke ruang publik yang lebih terbuka dan sarat dengan sorotan.

Laporan Harta Kekayaan Dadan Hindayana

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per Maret 2025, Dadan Hindayana tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp9,02 miliar. Mayoritas asetnya bersumber dari kepemilikan tanah dan bangunan yang berlokasi di wilayah Bogor, dengan nilai taksiran mencapai sekitar Rp5,9 miliar.

Selain aset properti yang signifikan, kekayaan Dadan juga mencakup aset kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas yang jumlahnya juga cukup substansial. Laporan ini memberikan gambaran mengenai aset yang dimiliki oleh pejabat publik sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas.

Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional ini menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan lembaga yang memegang peranan krusial dalam upaya peningkatan gizi nasional. Dengan adanya kepemimpinan baru, pemerintah berharap program-program strategis yang telah dicanangkan dapat terus berjalan lancar, diperkuat, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.