Penggunaan Dana Pribadi Presiden Prabowo untuk Berbagai Program dan Kegiatan
Jakarta – Kehidupan publik figur, terutama seorang pemimpin negara, selalu menjadi sorotan. Baru-baru ini, kritik muncul terkait frekuensi dan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan klarifikasi yang mengejutkan. Ia menyatakan bahwa setiap kelebihan biaya perjalanan luar negeri yang melampaui anggaran negara, sepenuhnya ditanggung menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo.
Klaim mengenai penggunaan dana pribadi Prabowo untuk menutupi biaya-biaya yang berkaitan dengan program negara atau kegiatan publik bukanlah kali pertama terdengar. Sejumlah inisiatif dan program, baik yang bersifat sosial maupun kegiatan pemerintahan, sebelumnya juga pernah disebut dibiayai secara pribadi oleh Presiden. Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik mengenai bagaimana dana pribadi seorang pemimpin dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Berikut adalah beberapa program dan kegiatan yang diklaim telah mendapatkan dukungan finansial dari kantong pribadi Presiden Prabowo:
1. Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah, ternyata sebagian pelaksanaannya, terutama pada tahap uji coba, juga melibatkan dana pribadi Presiden Prabowo. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, pernah mengungkapkan bahwa anggaran untuk uji coba program ini di beberapa sekolah, seperti yang dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, masih menggunakan sisa anggaran yang berasal dari Presiden Prabowo sendiri.
“Yang di Kendari memang itu dia masih punya sisa anggaran uji coba dari yang diberikan oleh Pak Prabowo sebelumnya. Jadi mereka masih menggunakan dana yang itu,” ujar Hasan Nasbi pada Senin, 6 Januari 2026. Hal ini menunjukkan komitmen awal Presiden dalam memastikan program prioritas ini dapat berjalan, bahkan sebelum anggaran negara sepenuhnya dialokasikan atau saat proses penganggaran masih berjalan.
2. Retret Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang

Selain program sosial, kegiatan yang bersifat strategis dan pembentukan tim juga disebut menggunakan dana pribadi Presiden. Salah satu contohnya adalah kegiatan retret Kabinet Merah Putih yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Oktober 2024. Berdasarkan keterangan dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, kegiatan ini seluruhnya dibiayai oleh Presiden Prabowo menggunakan uang pribadinya.
Hasan Nasbi menjelaskan bahwa persiapan retret tersebut telah dilakukan sejak satu bulan sebelum pelantikan Presiden Prabowo. “Kegiatan retreat dipersiapkan sejak satu bulan sebelum Presiden Prabowo dilantik. Jadi semua persiapan menggunakan biaya dari beliau sendiri,” ungkapnya. Ini mengindikasikan bahwa Presiden telah berinisiatif membiayai kegiatan penting ini, bahkan sebelum secara resmi menjabat, demi kelancaran proses pembentukan kabinet.
3. Bantuan Becak Listrik untuk Lansia

Program bantuan yang menyentuh langsung masyarakat kecil, seperti pemberian becak listrik gratis untuk pengemudi becak lanjut usia, juga diklaim mendapatkan suntikan dana dari Presiden Prabowo. Ratusan unit becak listrik ini didistribusikan secara bertahap ke berbagai daerah dengan tujuan membantu para lansia agar tetap memiliki daya saing dan meringankan beban fisik mereka dalam mencari nafkah.
Merujuk pada laporan Antaranews pada Senin, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo memiliki rencana untuk membagikan 10.000 unit becak listrik kepada para tukang becak lansia. Becak-becak listrik ini merupakan hasil produksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor industri pertahanan, yaitu Pindad dan LEN Industri (Persero). Distribusi bantuan ini telah dilakukan secara bertahap di berbagai kota seperti Banyuwangi, Banyumas, Situbondo, Kediri, Solo, Purbalingga, Jombang, dan Mojokerto.
Yayasan Gerakan Sosial Nasional (GSN) ditunjuk sebagai penyalur moda transportasi ini. Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S Deyang, pernah menyatakan pada Kamis, 20 November 2025, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, bahwa sebagian dana pengadaan ratusan becak listrik tersebut berasal dari kantong pribadi Presiden Prabowo. “GSN ini kan sekarang bagi becak listrik. Itu sudah 2.303 becak listrik yang sudah kami bagikan. Itu dari uang pribadi Bapak Prabowo,” tegasnya.
4. Kurban Sapi Idul Adha 2026

Ibadah kurban yang dilaksanakan oleh Presiden Prabowo setiap Idul Adha juga pernah menjadi subjek perhatian publik. Awalnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro sempat menyebutkan bahwa anggaran pembelian sapi kurban Presiden Prabowo bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai Rp100 miliar.
Namun, kemudian dilakukan klarifikasi bahwa bantuan sapi kurban tersebut merupakan bagian dari program bantuan pemerintah untuk masyarakat. Juri Ardiantoro menegaskan lebih lanjut bahwa Presiden Prabowo juga secara terpisah melaksanakan ibadah kurban atas nama pribadi menggunakan dana sendiri. “Presiden Prabowo tetap menunaikan ibadah kurban atas nama pribadi menggunakan dana sendiri. Hewan kurban pribadi Presiden tersebut juga disembelih dan dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya dalam sebuah keterangan pada Rabu, 27 Mei 2026. Hal ini menunjukkan adanya dua skema kurban yang dilakukan, satu sebagai perwakilan pemerintah dan satu lagi sebagai bentuk kepedulian pribadi.
5. Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri

Isu terbaru yang kembali menghidupkan diskusi mengenai penggunaan dana pribadi adalah terkait kelebihan biaya perjalanan luar negeri. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, secara eksplisit menyatakan bahwa Presiden Prabowo menggunakan dana pribadinya untuk menutupi biaya-biaya tambahan yang timbul dalam kunjungan luar negerinya, melebihi anggaran yang telah ditetapkan oleh negara.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, pada Senin, 1 Juni 2026, Teddy Indra Wijaya menegaskan, “Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.” Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap kritik yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai tingginya frekuensi perjalanan luar negeri Presiden dan besarnya alokasi dana yang diduga digunakan. Klarifikasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jernih mengenai sumber pendanaan di balik kegiatan internasional Presiden.




















