Ribuan lansia berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kehangatan pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang diselenggarakan di Alun-Alun Rumah Dinas Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara yang dihadiri oleh ribuan lansia ini menandai momen penting dalam apresiasi dan kepedulian terhadap kelompok usia lanjut.

Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTT, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, berkenan naik ke atas panggung. Dengan penuh semangat, beliau membawakan lagu “Kamu Nggak Sendirian” yang dipopulerkan oleh grup musik Tipe-X. Irama musik yang enerjik seketika menghidupkan suasana, mengundang para lansia untuk turut bernyanyi, bertepuk tangan, dan bergoyang bersama. Kebersamaan ini semakin terasa erat ketika Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Bapak Supomo, turut bergabung di atas panggung. Beliau tampak larut dalam kemeriahan acara dan berinteraksi langsung dengan para peserta yang telah hadir sejak pagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan HLUN 2026.
Tak mau kalah, Wakil Gubernur NTT, Bapak Johni Asadoma, juga turut memeriahkan acara dengan menunjukkan bakat bernyanyinya. Beliau membawakan lagu daerah NTT yang sangat populer, “Veronika,” yang disambut dengan nyanyian bersama oleh seluruh hadirin. Suasana pun semakin menghangat ketika Bapak Johni melanjutkan penampilannya dengan lagu populer NTT lainnya, “Dapa Usir,” yang dipopulerkan oleh Dedy Bartel. Momen hiburan ini menjadi puncak HLUN 2026 yang tak terlupakan bagi ribuan lansia yang hadir, setelah sebelumnya menikmati berbagai kegiatan seperti pembagian door prize dan penampilan bakat dari para lansia itu sendiri. Sejumlah peserta bahkan tak ragu untuk bangkit dari tempat duduk mereka dan ikut berjoget, menciptakan pemandangan tawa, senyum, dan nyanyian yang bergema di seluruh area kegiatan.
Beragam Layanan untuk Kesejahteraan Lansia
Selain panggung hiburan yang penuh keceriaan, Kementerian Sosial juga menyediakan berbagai layanan penting yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia. Keberadaan stan-stan layanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang hadir, memberikan kesempatan untuk mengakses berbagai kebutuhan kesehatan dan sosial secara gratis.
Layanan-layanan yang disediakan meliputi:
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Para lansia dapat memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara menyeluruh, termasuk pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat.
- Fisioterapi: Sesi fisioterapi tersedia bagi lansia yang membutuhkan bantuan untuk pemulihan atau peningkatan mobilitas fisik.
- Donor Darah: Kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang sangat mulia, berkontribusi pada persediaan darah bagi yang membutuhkan.
- Pengecekan Bantuan Sosial (Bansos): Para lansia dapat mengecek status dan informasi terkait bantuan sosial yang berhak mereka terima.
- Layanan Audiometri: Pemeriksaan pendengaran untuk mendeteksi dini gangguan pendengaran dan memberikan saran tindak lanjut.

Pengalaman Positif dari Para Lansia
Antusiasme dan apresiasi dari para lansia yang hadir sangat terasa. Salah satu peserta, Bapak Honimus Tupen (69) yang berasal dari Sikumana, Maulafa, Kota Kupang, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti acara HLUN 2026.
“Sangat senang (ikut acara ini), kalau bisa setiap tahun diadakan seperti ini. Pengobatan dan alat bantu gratis di usia segini sangat membantu,” ujar Bapak Honimus dengan penuh harap.
Senada dengan Bapak Honimus, Bapak Sony juga menyampaikan kegembiraannya atas tersedianya layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Beliau menjalani pemeriksaan komprehensif untuk kolesterol, gula darah, dan asam urat, serta beruntung mendapatkan obat gratis setelah pemeriksaan.
“(Kegiatan ini) sangat bermanfaat, bagi kita yang lansia. Sukacita, senang bisa berkumpul lagi bersama dengan teman-teman lansia yang lain. Berasa muda,” pungkas Bapak Sony, merefleksikan kebahagiaan yang ia rasakan.
Acara HLUN 2026 di NTT ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata perhatian dan dukungan pemerintah serta masyarakat terhadap kelompok lanjut usia. Melalui berbagai kegiatan yang edukatif, informatif, dan menghibur, diharapkan para lansia dapat terus merasa dihargai, sehat, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.






















