Bisnis  

Gaspol Investasi di Eropa, BP Batam Jemput Bola ke Marseille hingga Rotterdam

BP Batam keMarseille
Anggota Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy saat pertemuan dengan pelaku industri maritim dan logistik kelas dunia di Marseille, Prancis. (Foto: BP Batam)

Patrolmedia, Marseille – BP Batam menghadiri gelaran bergengsi Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.

BP Batam melakukan aksi “jemput bola” dengan menemui puluhan pelaku industri maritim dan logistik kelas dunia agar investasi bisa masuk ke Tanah Air.

Anggota Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut strategi promosi Batam kini telah bergeser.

Bukan lagi sekadar mengenalkan potensi, melainkan fokus pada eksekusi investasi dan penyelesaian hambatan di lapangan.

“Kami menjalankan pendekatan promosi yang berorientasi pada eksekusi investasi. Melalui fasilitasi langsung berbasis solusi, kami mendorong dialog investasi bergerak menuju tindak lanjut konkret,” ujar Fary dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Rayu Raksasa Pelayaran CMA CGM

Salah satu agenda krusial dalam rangkaian diplomasi ekonomi ini adalah pertemuan dengan Ludovic Renou, Senior Vice President Global Commercial Agencies Network CMA CGM.

Sebagai raksasa pelayaran yang beroperasi di 180 negara, CMA CGM melirik Batam sebagai titik strategis di Asia.

Beberapa poin penting dari pertemuan tersebut antara lain:

  • Penguatan Layanan Direct Call: Memperpendek jalur logistik dari Batam ke pasar global.
  • Peluang Hub Logistik: Memanfaatkan pergeseran pusat perdagangan dunia ke arah Asia.
  • Kunjungan Balasan: Pihak CMA CGM menyatakan rencana mengirim delegasi ke Batam untuk pendalaman peluang secara langsung.
  • Keliling Eropa: Dari Marseille ke Rotterdam

Delegasi BP Batam yang didampingi Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan Benny Syahroni, serta Ketua Kadin Kepri, juga memperluas jaringan ke Belanda.

Berikut adalah rangkaian pertemuan strategis lainnya:

  • KBRI Marseille & Den Haag: Mendapat dukungan penuh dari Konjen RI Marseille, Dian Kusumaningsih, dan Dubes RI untuk Belanda, H.E. Laurentius Amrih Jinangkung untuk mempercepat eksekusi investasi.
  • CCI Marseille Provence: Membuka ruang kolaborasi dengan ekosistem industri maritim Eropa Selatan.
  • ASPINA Belanda: Menggandeng jaringan diaspora bisnis Indonesia di Belanda sebagai penghubung investasi.
  • Port of Rotterdam: Melakukan benchmarking ke salah satu pelabuhan tercanggih di dunia. Pihak Rotterdam mengakui posisi strategis Batam di Selat Malaka dengan tren pertumbuhan ekonomi yang positif.

Fary menambahkan, di tengah kompetisi global yang sengit untuk mengamankan rantai pasok internasional, investor membutuhkan kecepatan dan kepastian.

Batam, dengan status Free Trade Zone (FTZ), diposisikan sebagai platform eksekusi industri maritim yang terintegrasi global.

“Dalam lanskap global yang kompetitif, investor butuh kepastian dan respons cepat. Pendekatan fasilitasi aktif ini membuat Batam bukan sekadar ada di peta, tapi menjadi lokasi implementasi nyata bagi industri dunia,” pungkasnya.

 

(Ipl/Ft)