PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memberikan pinjaman senilai Rp 1,18 triliun kepada dua anak usahanya, yaitu PT Persada Kapuas Prima (PKP) dan PT Pasir Bara Prima (PBP). Pinjaman ini diberikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional kedua perusahaan tersebut.
Pinjaman yang disalurkan pada 21 Agustus 2026 merupakan tindak lanjut dari rencana penggunaan dana SINI yang berasal dari hasil pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) atau rights issue.
Nilai pinjaman dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama sebesar Rp 633,25 miliar dengan tingkat bunga 10,95% per tahun diberikan kepada PKP. Sementara itu, bagian kedua sebesar Rp 547,03 miliar dengan tingkat bunga yang sama diberikan kepada PBP.
Menurut Manajemen SINI dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (21/8), transaksi ini dilakukan untuk menunjang kegiatan usaha yang dilakukan oleh PKP dan PBP.
SINI, sebagai pemegang saham tidak langsung PKP dan PBP, terus berupaya memberikan dukungan baik secara finansial maupun non-finansial kepada kedua perusahaan tersebut. Tujuannya adalah agar tujuan pengembangan bisnis yang direncanakan dapat tercapai.
Pihak SINI menilai bahwa transaksi ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil. Mereka beranggapan bahwa transaksi ini akan mengurangi beban biaya administrasi yang biasanya timbul jika proses peminjaman dilakukan dengan pihak ketiga.
Selain itu, PKP dan PBP juga memperoleh manfaat lainnya. Misalnya, proses peminjaman yang lebih cepat dan mudah, serta tidak ada kewajiban tambahan seperti penjaminan aset atau jaminan lainnya yang biasanya menjadi persyaratan dalam peminjaman dana kepada pihak ketiga.
Manajemen SINI menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi ini merupakan alternatif pendanaan yang memberikan manfaat bagi perusahaan serta PKP dan PBP. Dengan demikian, transaksi ini dianggap strategis dalam mendukung pengembangan bisnis kedua anak usaha SINI.
Beberapa alasan utama yang melatarbelakangi pemberian pinjaman ini antara lain:
Peningkatan efisiensi operasional
Transaksi ini diharapkan dapat mempercepat proses pengelolaan dana dan mengurangi kompleksitas administrasi yang sering kali terjadi saat melakukan peminjaman dari pihak luar.Pengurangan risiko keuangan
Dengan menggunakan dana internal, SINI dapat menghindari risiko ketergantungan pada pihak ketiga yang sering kali membawa konsekuensi finansial yang lebih besar.Dukungan untuk pengembangan bisnis
Pinjaman ini bertujuan untuk memperkuat posisi keuangan PKP dan PBP sehingga mereka dapat menjalankan rencana pengembangan bisnis secara optimal.Kepastian bunga dan syarat
Kebijakan bunga yang tetap dan tidak adanya persyaratan tambahan seperti jaminan aset membuat transaksi ini lebih fleksibel dan nyaman bagi pihak yang meminjam.
Transaksi ini juga mencerminkan komitmen SINI dalam mendukung pertumbuhan anak usahanya. Dengan memberikan pinjaman dalam bentuk modal kerja, SINI menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan anak.
Melalui langkah ini, SINI berharap dapat meningkatkan kinerja keuangan dan operasional PKP dan PBP, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kinerja keseluruhan grup perusahaan.






















