Batam  

BP Batam Serahkan Aset Tanah ke TNI AU

Aset TNI AU Batam
Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, bersama Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI Muzafar menandatangani BAST alih status penggunaan lahan di Kantor Makodau I, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Jakarta – BP Batam menyerahkan aset Barang Milik Negara (BMN) ke TNI Angkatan Udara.

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alih status penggunaan lahan di Kantor Makodau I, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Berkas tersebut ditandatangani oelh Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, bersama Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI Muzafar.

Aset Sah Milik TNI AU 

Alexander Zulkarnain menyebut aset yang diserahkan ke TNI AU berupa tanah di kawasan Lanud Hang Nadim, lengkap dengan Arsip Data Komputer (ADK).

Dengan penandatanganan ini, lahan tersebut resmi menjadi hak kelola TNI AU.

“Dengan penandatanganan hari ini, alih lahan ini sudah sah milik TNI AU, khususnya di Lanud Hang Nadim. Sehingga sudah bisa diusulkan penganggarannya untuk pembangunan ke depan,” kata Alexander dalam keterangannya.

Ia mengatakan, penguatan pertahanan di Batam menjadi krusial seiring dengan melejitnya investasi dan penambahan fasilitas wilayah di tahun 2026.

BP Batam berharap pembangunan di lahan tersebut bisa segera terealisasi.

“Kami senang hati melaksanakan alih status ini karena bermanfaat bagi rekan-rekan di TNI AU. Kami berterima kasih kepada Pangkodau I dan Lanud Hang Nadim atas kerja sama yang terjalin,” ujarnya.

Langkah Strategis Perkuat Organisasi Di lokasi yang sama, Pangkodau I Marsekal Muda TNI Muzafar mengapresiasi langkah BP Batam.

Menurutnya, alih status ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi TNI AU agar lebih adaptif dan profesional.

“Alih status penggunaan BMN berupa tanah dan bangunan di Lanud Hang Nadim diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesiapan operasional serta pembinaan satuan TNI AU,” kata Muzafar.

Ia menegaskan, setelah BAST diteken, maka tanggung jawab pengelolaan, pengawasan, hingga pengamanan aset kini sepenuhnya berada di bawah wewenang TNI AU.

“Diharapkan BMN ini dapat dikelola secara tepat guna, transparan, dan akuntabel guna mendukung tugas TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” pungkasnya.

 

(Ipl/Ft)