Patrolmedia, Jakarta – Dokter Tifauziah Tyassuma atau yang akrab disapa dokter Tifa menyatakan kesiapannya menghadapi segala konsekuensi proses hukum setelah dirinya ditetapkan jadi tersangka kasus ijazah Jokowi, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Ia akan tetap berdiri tegak dalam perjuangan yang diyakininya demi menegakkan kebenaran di Indonesia.
“Saya akan menghadapi semua ini dengan tegar dan kepala tegak,” tulis Dokter Tifa, dikutip dari akun X @doktertifa, Minggu (9/11/2025).
Dokter Tifa menegaskan, perjuangan yang ia lakukan bersama Roy Suryo, Rismon Sianipar dab Tifa (RRT) bukan sekadar gerakan biasa.
Ia menyebutnya sebagai bagian dari upaya menegakkan kebenaran dan keadilan di tengah situasi yang menurutnya masih jauh dari cita-cita reformasi.
“Karena saya meyakini bahwa apa yang kami, RRT, lakukan ini, adalah Perjuangan Menegakkan Kebenaran, demi Indonesia yang lebih baik,” tulisnya.
Ia juga menyadari bahwa langkah mereka tidak akan mudah. Dokter Tifa menilai ada kekuatan besar yang berpotensi menekan atau menyingkirkan upaya mereka. Namun, hal itu tak membuatnya gentar.
Menurutnya, rasa takut justru menjadi musuh terbesar dalam perjuangan ini. Ia mengajak para pendukungnya untuk tetap berani dan berpegang teguh pada keyakinan bahwa kebenaran akan menemukan jalannya.
“Kami sadar akan berhadapan dengan kekuatan yang boleh jadi meletakkan keadilan dan kebenaran di bawah telapak kaki mereka,” ucap Dokter Tifa.
“Tetapi itu bukan sesuatu yang menakutkan bagi kami. Karena ketakutan adalah musuh terbesar dalam perjuangan ini,” lanjutnya.
Di tengah tekanan yang dihadapi, dokter Tifa masih menyimpan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai Prabowo masih memiliki komitmen moral untuk menegakkan keadilan di Indonesia.
“Dalam hati kami, masih ada kepercayaan kepada Presiden @prabowo untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Ia bahkan menyebut, di usia Prabowo yang kini tidak muda lagi, presiden diharapkannya mampu meninggalkan warisan berharga bagi bangsa: keadilan dan kebenaran.
“Karena dalam usia yang sudah sepuh, beliau akan meninggalkan warisan berharga bagi bangsa ini: keadilan dan kebenaran,” tulisnya.
Meski begitu, dokter Tifa menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya bergantung pada pemimpin. Ia mengajak seluruh rakyat dan para pejuang kebenaran untuk tetap bersatu. “Kepada para pejuang, mari bersama-sama kami,” serunya.
“Kepada para pejuang, mari bersama-sama kami,” serunya.
Ia menyerahkan sepenuhnya hasil dari perjuangan mereka kepada Tuhan. “Kepada Allah saya berserah diri. Tiada kekuatan selain kekuatan dari Allah,” ucapnya.






















