David Almansa mengakui kekalahannya saat beradu cepat dengan Maximo Quiles pada balapan Moto3 Belanda 2026 akhir pekan kemarin.
Harapan untuk membendung Maximo Quiles pada Moto3 Belanda 2026 yang digelar di Sirkuit Assen sepanjang akhir pekan lalu urung diwujudkan Almansa.
Andalan IntactGP tersebut sejatinya menjadi rival terkuat Quiles sejak sesi latihan bebas dengan waktu lap yang cukup kompetitif.
Meski demikian , Almansa menyudahi aksinya pada babak kualifikasi dengan mendapatkan start dari urutan ke-6.
Pemenang pertama Moto3 2026 ini harus mengakui kecepatan Quiles yang sukses menjadi pole sitter atau start dari posisi terdepan.
Kendati start dari barisan kedua dan di belakang andalan Aspar Team tersebut, Almansa langsung menunjukkan kapasitasnya sejak awal lomba.
Rider Spanyol itu langsung melejit memeriahkan persaingan di barisan depan bersama Quiles dan Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo.
Memasuki putaran ke-3, tensi di barisan depan kian panas dengan datangnya rider Indonesia, Veda Ega Pratama yang mengawali aksi dari posisi ke-7.
Rider milik Honda Team Asia itu perlahan menggoyang dominasi persaingan Quiles dan Almansa saat Uriarte perlahan menurunkan ritme balapnya.
Teror Veda benar-benar telihat di mana dia mulai mengacaukan duel yang terjadi antara Almansa dan Quiles untuk menduduki posisi ke-2.
Tak berhenti sampai di situ saja, bakat asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat mengasapi keduanya dengan berada di urutan 1 walau momen itu tidak bertahan lama.
Aksi Almansa menghancurkan harapan Veda untuk tetap berada di barisan depan ketika lomba menginjak putaran ke-6.
Bersama Quiles, pemenang pertama Moto3 2026 itu tidak memberikan kesempatan lagi bagi Veda yang akhirnya mengalami crash dan tak melanjutkan lomba.
Perburuan Almansa kepada murid Marc Marquez itu pada akhirnya juga gagal, dia harus puas menyudahi aksinya di urutan ke-2.
Quiles sendiri sukses membukukan kemenangan ke-6 musim ini, sedangkan podium terakhir menjadi milik rekan setimnya, Marco Morelli.
Kendati gagal membendung Quiles, Almansa menilai bahwa dirinya sudah menunjukkan perjuangan yang baik melalui catatan waktu yang impresif saat kualifikasi.
“Kami mengawali akhir pekan dengan sangat baik dan sepenuhnya fokus mempersiapkan diri untuk balapan hari Minggu,” kata Almansa.
“Meski demikian, kami mencatatkan waktu yang impresif pada sesi kualifikasi 2 (Q2),” imbuhnya, dilansir dari laman resmi IntactGP.
Lebih lanjut, Almansa juga merasa puas dengan siasatnya saat berhasil merebut posisi terdepan dari tangan Almansa meski akhirnya masih belum berbuah manis.
“Saat balapan dimulai, saya langsung berupaya merebut posisi terdepan, rencana itu pun berhasil,” ucap Almansa.
“Setelah itu, saya tidak memacu motor terlalu kencang, meskipun saya sempat berusaha menjauh, namun, di pertengahan balapan, Maximo Quiles menyalip saya.”
“Saya tahu dia menggunakan ban kompon medium, yang memungkinkannya untuk benar-benar menekan sejak saat itu.”
“Saya tetap berada di belakangnya dan sedikit lebih santai, karena di sirkuit ini cukup mudah untuk membuntuti pembalap di depan.”
“Kemudian, saya mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk lap terakhir, tetapi saya melakukan kesalahan kecil di sebuah tikungan yang membuat saya gagal bertarung melawannya hingga garis finis.”
Terlepas dari hasil akhir yang kurang karena harus mengakui keunggulan Quiles lagi, Almansa merasa sudah menemukan sensasi terbaik di atas motornya.
Dia pun bertekad akan bangkit membawa timnya IntactGP meraih hasil baik pada balapan kandang di Moto3 Jerman 2026 yang dihelat di Sachsenring pada 10-12 Juli mendatang.
“Meski begitu, saya sangat senang karena sensasi terhadap motor ini terasa sempurna dan saya merasa sangat nyaman bersama tim,” kata Almansa.
“Kami akan terus mempertahankan performa ini, terutama pada balapan kandang tim ini di Jerman nanti, namun yang terpenting, terima kasih banyak atas segalanya,” imbuhnya.






















