
di Rotunda Gedung Capitol AS di Washington, DC, Amerika Serikat pada Senin 20 Januari 2025.(Foto: AP)
Patrolmedia.co,id, Washington -:- Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke 47 setelah dilantik pada Senin (20/1) siang waktu Washington D.C atau Selasa (21/1) tengah malam WIB, dalam upacara khusus mengambil alih jabatan dari Presiden yang lama, Joe Biden.
Ini adalah kali kedua Trump menjadi Presiden memenangkan pemilu pada bulan November 2024 yang sebelumnya ia menjabat Presiden pada periode 2017-2021.
Trump berpidato selama 30 menit di Rotunda Gedung Capitol usai mengucap sumpah, ia menjanjikan “gelombang perubahan” dan penyelamatan terhadap Amerika dari apa yang ia sebut sebagai “kemerosotan”.
Menurut Trump, Amerika merosot disebabkan oleh kebijakan pendahulunya, mantan Presiden Joe Biden.
“Zaman keemasan Amerika dimulai sekarang,” ucap Trump dikutip BBC.
Dari pidatonya selama 30 menit, setelah ia dilantik, Trump menyampaikan 8 poin penting yakni:
1. Awal Era Keemasan Amerika
Trump memulai pidato pelantikannya dengan menegaskan bahwa era baru kejayaan Amerika sebentar lagi akan datang. Ia menjanjikan era baru kejayaan Amerika yang mengembalikan martabat dan status negara di panggung dunia.
Menurutnya, masa keemasan Amerika dimulai di hari pelantikannya ini.
“Mulai saat ini, negara kita akan kembali berjaya dan dihormati di seluruh dunia. Kita akan menjadi iri hati semua bangsa. Dan kita tidak akan lagi membiarkan diri kita dimanfaatkan,” kata Trump.
2. Tegaskan “America First”
Trump akan mengutamakan kepentingan Amerika dan warganya selama memimpin. Ia akan fokus dipemerintahannya mengutamakan kepentingan domestik seperti memulihkan kedaulatan, keamanan, dan keadilan.
“Saya dengan sederhana menempatkan Amerika di atas segalanya. Kedaulatan kita akan direbut kembali. Keamanan kita akan dipulihkan. Keseimbangan keadilan akan diperbaiki. Penyalahgunaan yang kejam, penuh kekerasan, dan tidak adil dari Kementerian Kehakiman serta pemerintah kita akan berakhir. Prioritas utama kita adalah menciptakan negara yang bangga, makmur, dan bebas,” sebut Trump.
3. Trump Sindir “kegagalan” Biden
Trump menyebut kegagalan pemerintahan pendahulunya, Joe Biden yang hadir di pelantikannya itu.
Menurut Trump, kekuatan dan kekayaan rakyat AS telah dirampas oleh kelompok radikal dan korup selama beberapa tahun terakhir.
Politikus Partai Republik itu bahkan dengan gamblang menganggap pemerintah Biden “tak becus menangani krisis kecil dalam negeri, sambil terus tersandung ke serangkaian bencana luar negeri.”
“Pemerintah ini gagal melindungi warga Amerika yang luar biasa dan taat hukum tetapi memberikan perlindungan bagi penjahat berbahaya, banyak dari mereka berasal dari penjara dan institusi kejiwaan di luar negeri dan masuk secara ilegal ke negara kita,” katanya.
“Kita punya pemerintah yang memberikan pendanaan tak terbatas mempertahankan perbatasan negara asing, tetapi menolak untuk melindungi perbatasan Amerika, apalagi rakyatnya,” sambung Trump dikutip dalam transkrip pidato Trump oleh CBS News.
Trump membeberkan kegagalan pemerintahan Biden versi dirinya termasuk penanganan bencana seperti badai dan insiden di North Carolina hingga kebakaran lahan di Los Angeles California yang telah menghanguskan belasan ribu hektare lahan dan bangunan.
“Atau lebih baru lagi, Los Angeles, di mana kita masih melihat kebakaran yang tragis terus berkobar selama berminggu-minggu tanpa pertahanan apa pun. Api itu melahap rumah-rumah dan komunitas, bahkan mempengaruhi beberapa orang terkaya dan paling berkuasa di negara kita, beberapa di antaranya ada di sini sekarang. Mereka tidak lagi memiliki rumah. Itu menarik,” ucap Trump.






















