Kegiatan Media Visit: Mengenal Sistem Operasional Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar
PT Bakauheni Terbanggi Besar (BTB) Toll menggelar kegiatan media visit untuk memperkenalkan sistem operasional jalan tol kepada sejumlah awak media. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan standar pelayanan yang diterapkan perusahaan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Kunjungan dimulai dari Center Communication atau ruang kendali yang menjadi pusat pemantauan arus lalu lintas selama 24 jam. Di ruangan ini, petugas memantau kondisi jalan tol melalui jaringan kamera CCTV serta menerima laporan dari pengguna jalan maupun tim patroli di lapangan.
Media Handling Supervisor PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, Ilham Fachrul Rosadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar agar masyarakat mengetahui bagaimana sistem pelayanan dan prosedur penanganan keadaan darurat di ruas Tol Bakater. Ia menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperlihatkan operasional dan SOP pelayanan di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, sehingga masyarakat memahami kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan.
Setelah meninjau ruang kendali, rombongan diajak melihat operasional di Gerbang Tol Kotabaru. Petugas menjelaskan sistem transaksi elektronik yang digunakan, termasuk pemanfaatan mobile reader untuk mempercepat pelayanan apabila terjadi antrean atau kendala transaksi di gardu tol.
Selain itu, media juga diperlihatkan alur koordinasi penanganan gangguan di jalan tol. Setiap laporan yang diterima melalui call center akan diteruskan kepada tim patroli terdekat untuk segera melakukan pengecekan di lokasi.
Staf Bagian Lalu Lintas PT BTB Toll, Fahmi, menjelaskan bahwa tim patroli merupakan petugas pertama yang turun ketika terjadi kendaraan mogok, kecelakaan, maupun gangguan lainnya. Ia menambahkan bahwa setelah tim patroli tiba di lokasi, mereka berkoordinasi dengan unit rescue, derek, maupun ambulans sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Tol Bakter memiliki sembilan unit patroli yang dibagi ke dalam tiga wilayah pelayanan, yakni Bakauheni-Sidomulyo, Sidomulyo-Natar, dan Natar-Terbanggi Besar. Selain patroli, operasional juga didukung tiga unit rescue, 11 unit derek, serta enam unit ambulans yang tersebar di tiga wilayah tersebut.
Menurut Fahmi, seluruh pelayanan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah. Petugas menargetkan penanganan awal dapat dilakukan sekitar 15 menit, dengan batas maksimal waktu respons 30 menit sejak informasi diterima.
Dalam kesempatan itu, para awak media juga diperlihatkan perlengkapan yang digunakan tim rescue, mulai dari peralatan evakuasi korban kecelakaan hingga alat pemotong bodi kendaraan yang mengalami kerusakan berat akibat tabrakan. Fahmi menjelaskan peralatan tersebut digunakan untuk memudahkan proses evakuasi korban maupun kendaraan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan tol.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Rest Area KM 116A, salah satu rest area tipe A di ruas Tol Bakter. Di lokasi ini, pengelola memaparkan berbagai fasilitas yang tersedia bagi pengguna jalan.
Bagian Pengelolaan Rest Area PT BTB Toll, Hanif, mengatakan perusahaan mengelola rest area di KM 20, KM 33, KM 49, KM 67, KM 87, dan KM 116 pada kedua arah perjalanan. Secara keseluruhan terdapat delapan rest area tipe A dan empat rest area tipe B.
Rest area tipe A dilengkapi fasilitas seperti SPBU, SPKLU, masjid, toilet, ruang laktasi, klinik kesehatan, hingga area UMKM dan tenant ritel. Untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan, operasional rest area didukung 134 petugas kebersihan, 70 personel keamanan, serta lima koordinator yang bekerja secara bergantian selama 24 jam.
Hanif mengatakan seluruh personel disiagakan agar fasilitas umum, khususnya toilet, tempat ibadah, dan area tenant tetap bersih serta nyaman digunakan oleh masyarakat yang beristirahat selama perjalanan di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.






















