Asap KM Tri Samudra Jaya 69: Saksi Syok Saat Mesin Dimatikan

Kebakaran Kapal KM Tri Samudra Jaya 69 di Sambas, Api Diduga Berasal dari Ruang Mesin

SAMBAS, KALIMANTAN BARAT – Sebuah insiden kebakaran melanda kapal penangkap ikan KM Tri Samudra Jaya 69 di dermaga Desa Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Asap tebal membubung tinggi dari kapal tersebut, menciptakan kepanikan di sekitar area dermaga.

Api diduga kuat berasal dari ruang kamar mesin kapal. Kronologi kejadian bermula ketika salah seorang anak buah kapal (ABK) yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal, bernama Amat, hendak menghidupkan mesin kapal. Tujuannya adalah untuk merapikan posisi kapal yang sedang tertambat di dermaga milik Jong Ket.

Menurut keterangan Iptu Agus Ganjar, Kasatpolairud Polres Sambas, laporan mengenai kebakaran kapal ini diterima pihaknya pada hari yang sama. “Satpolairud telah menerima laporan gangguan perihal kebakaran satu unit kapal penangkap ikan KM Tri Samudra Jaya 69 yang sedang tambat di dermaga milik Jong Ket,” ujar Iptu Agus Ganjar.

Rangkaian Kejadian Kebakaran

Amat, sang KKM, menjelaskan bahwa sekitar pukul 16.00 WIB, ia datang ke kapal dengan maksud untuk merapikan susunan kapal yang sedang tertambat. Setelah itu, ia memutuskan untuk menghidupkan mesin kapal KM Tri Samudra Jaya 69 guna melakukan manuver perapian posisi sandar.

Setelah kapal berhasil dirapikan dan bersandar dengan baik di dermaga, Amat berniat mematikan mesin kapal di ruang kamar mesin. Namun, niat tersebut terhalang oleh pemandangan yang mengkhawatirkan. Ia melihat asap hitam pekat mulai keluar dari ruang kamar mesin.

Amat segera berusaha masuk ke dalam ruang kamar mesin untuk mematikan mesin. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil karena asap tebal sudah memenuhi seluruh ruangan, membuatnya tidak dapat melihat dan bertindak. Dalam kondisi darurat, ia segera keluar dari ruangan tersebut.

Saat keluar, Amat menyaksikan dengan ngeri bahwa bagian geladak buritan kapal sudah mulai dilalap api. Menyadari potensi bahaya yang lebih besar, yaitu api yang dapat menjalar ke kapal-kapal lain yang tertambat di sekitarnya, Amat segera mengambil tindakan. Ia berhasil mengevakuasi kapal KM Tri Samudra Jaya 69 ke arah muara perairan Penjajab dan segera menurunkan jangkar. Tindakan ini bertujuan untuk mengisolasi kapal yang terbakar dan mencegah penyebaran api.

Upaya Pemadaman dan Bantuan Nelayan

Tak lama setelah Amat berhasil mengamankan posisi kapal, bantuan mulai berdatangan. Sejumlah kapal nelayan yang kebetulan melintas di dekat dermaga segera merespons situasi darurat tersebut. Mereka turut serta dalam upaya pemadaman api, membantu ABK yang ada dan personel Satpolairud Polres Sambas yang tiba di lokasi.

Kolaborasi antara ABK, nelayan, dan aparat kepolisian berhasil membuahkan hasil. Api yang sempat berkobar hebat akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 19.00 WIB. Meskipun api berhasil dipadamkan, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan, terutama pada bagian geladak dan ruang mesin kapal.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting atau masalah teknis saat mesin dihidupkan di ruang kamar mesin.

Insiden Kapal Tanker di Pontianak

Kejadian kebakaran kapal di Sambas ini mengingatkan kembali pada insiden serupa yang sempat menggemparkan wilayah logistik laut di Kalimantan Barat beberapa waktu sebelumnya. Pada Senin, 25 Mei 2026, sebuah suara ledakan keras terdengar di wilayah Siantan, Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Suara ledakan tersebut digambarkan oleh warga sekitar, seperti Lazry, terdengar sangat nyaring, bahkan menyerupai bunyi bom. Getaran akibat ledakan tersebut juga dirasakan oleh warga di Gang Purnajaya 2, Jalan Khatulistiwa, Siantan, seperti yang diungkapkan oleh Eddy. “Iya, rumah-rumah juga pada bergetar,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penelusuran, banyak warga yang menduga bahwa sumber ledakan berasal dari sebuah kapal tanker yang sedang tertambat di sisi Sungai Kapuas. Dugaan ini semakin kuat dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan bagian depan kapal dengan tulisan “Bintang Energi” tampak menganga.

Dari rekaman video tersebut, terlihat bahwa bagian depan kapal mengalami kerusakan parah, seolah terangkat ke atas. Namun, secara visual, tidak tampak adanya tanda-tanda kebakaran pada bagian depan kapal tersebut. Posisi kapal tanker itu sendiri masih terlihat stabil, bersandar dengan rapi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan tenggelam atau miring.

Kapal tanker Bintang Energi diketahui merupakan kapal pengangkut produk minyak. Kapal ini memiliki panjang sekitar 97 meter dengan kapasitas bobot mati (DWT) sebesar 4.938 ton. Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga sekitar yang penasaran dan berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung serta mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel mereka.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti ledakan kapal tanker Bintang Energi tersebut, kuat dugaan bahwa suara ledakan yang terdengar memang berasal dari kapal tanker itu. Insiden-insiden seperti ini menegaskan pentingnya pengawasan dan perawatan rutin terhadap armada kapal, baik untuk mencegah kebakaran maupun insiden lainnya yang dapat membahayakan jiwa dan aset.