Santriwati Akui Jadi Korban Ashari, Diperintah Temani Tidur dengan Dalih Obati Penyakit Hati

Mantan Santriwati Berani Buka Suara Terkait Dugaan Kasus yang Melibatkan Kiai Ashari

Seorang mantan santriwati dari Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati akhirnya berani membuka suara terkait dugaan kasus yang melibatkan Kiai Ashari. Dalam wawancaranya, ia mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya selama menjadi bagian dari lingkungan pesantren tersebut.

Pengakuan Awal dan Kejadian yang Membuatnya Syok

Mantan santriwati ini menggunakan nama samaran Tari. Ia mengaku pernah menjadi korban dalam peristiwa yang ia sebut sebagai kebejatan Kiai Ashari. Setelah enam tahun memilih diam, Tari akhirnya memutuskan untuk melaporkan Ashari ke pihak kepolisian. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya, melainkan bagian dari puluhan santriwati yang diduga mengalami hal serupa.

Dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, Tari menceritakan awal mula kejadian yang ia alami saat masih di lingkungan pesantren. Peristiwa itu terjadi ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 9 SMP dan mulai dekat dengan Kiai Ashari. Saat itu, ia diminta secara tiba-tiba untuk memijat pemilik pondok pesantren tersebut. Setelah kejadian tersebut, Tari mengaku wajahnya dicium oleh Kiai Ashari. Ia menyebut bahwa tindakan mencium perempuan di lingkungan pesantren dianggapnya sebagai kebiasaan yang kerap terjadi saat itu.

Menurut pengakuannya, hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang kemudian ia simpan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berani bersuara. Ia menjelaskan bahwa awalnya disuruh memijat, lalu dicium. Menurutnya, ini adalah kebiasaan yang biasa terjadi di lingkungan pesantren. Namun, seiring berjalannya waktu, Tari tak cuma disuruh memijat Ashari saja.

Pengalaman yang Semakin Buruk

Tari juga diminta beberapa kali menemani sang Kiai berziarah hingga datang ke acara sholawatan. Di situlah Tari mendapatkan perlakuan tak biasa yakni disuruh menemani Kiai Ashari tidur di kamar. Ia menjelaskan bahwa setelah ziarah atau sholawatan, ia biasanya diajak nemenin tidur. Namun, ia menegaskan bahwa tidak sampai berhubungan intim.

Pertanyaan Denny Sumargo tentang dalil dari tindakan tersebut membuat Tari menjelaskan bahwa Kiai Ashari mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari penyembuhan sakit hati. Menurut Tari, Ashari menyebut bahwa dengan tidur bareng dengannya, penyakit iri dengki di hati Tari bisa sembuh. Ia mengungkapkan bahwa Kiai Ashari mengatakan bahwa dirinya banyak iri dan penyakit dalam, sehingga perlu diobati dengan cara tertentu.

Tindakan Tak Senonoh yang Dilakukan

Setelah sering diajak tidur bareng, Tari pun kian syok saat diminta melakukan hal menjijikan. Yaitu Tari disuruh memasukkan alat kelamin Ashari ke mulutnya. Lagi-lagi, Ashari mengurai alasan aneh agar santriwatinya melakukan hal tak senonoh tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kiai Ashari mengatakan bahwa hal ini dilakukan agar ada darah daging di tubuhnya. Selain itu, ia juga menyebut bahwa ini adalah bagian dari ritual yang diakui oleh nabi dan umat serta guru torikoh.

Penangkapan Pelaku

Sementara itu, pelaku yang merupakan Kiai Ashari kini resmi ditangkap. Sebelumnya, Ashari sempat diamankan dari pondok pesantren usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan. Namun setelah ditangkap, Ashari dilepaskan meskipun berstatus tersangka. Saat dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan, Ashari justru melarikan diri. Polisi akhirnya melakukan pengejaran hingga berhasil melacak keberadaannya di wilayah Wonogiri.

Tersangka diamankan tanpa perlawanan di area Masjid Agung Purwantoro, Wonogiri. Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak untuk bersembunyi.

Atas kelakuan bejatnya, Ashari terancam dijerat sejumlah pasal berlapis, di antaranya Undang-Undang Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta pasal persetubuhan terhadap anak dalam KUHP.



Pelaku ditangkap