Wisuda Pertama Universitas Harkat Negeri Diwarnai Momen Mengharukan
Prosesi wisuda ke-1 Universasi Harkat Negeri (UHN) yang digelar pada Selasa, 5 Mei 2026 di Sebayu Convention Hall, Bahari Inn Hotel Tegal, berlangsung dengan penuh haru dan kebahagiaan. Ratusan wisudawan resmi menyandang gelar akademik, namun di tengah momen bahagia tersebut, terdapat sebuah momen yang tak terlupakan.
Dua orang tua dari wisudawan yang telah meninggal dunia maju mewakili putra-putri mereka dalam prosesi penyerahan ijazah. Kedua wisudawan tersebut adalah Almarhum Muhammad Wazid Khusni dari Program Studi S1 Teknik Informatika dan Alifa Nurul Rizki dari Program Studi D3 Keperawatan. Meskipun keduanya telah menyelesaikan pendidikan mereka, nasib berkata lain sebelum mereka sempat mengikuti prosesi wisuda secara langsung.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, didampingi segenap jajaran Yayasan Pendidikan Harapan Bersama, secara resmi menyerahkan ijazah dan penghargaan kelulusan kepada keluarga masing-masing. Orang tua wisudawan tampak tegar menerima penghormatan tersebut di hadapan seluruh peserta wisuda dan tamu undangan yang turut memberikan doa serta penghormatan.
Momen ini menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam rangkaian wisuda perdana UHN. Wisudawan dan tamu undangan terlihat menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan semangat kedua wisudawan selama menempuh pendidikan.
Rektor Sudirman Said menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum dan almarhumah. Ia juga menegaskan bahwa dedikasi, perjuangan, serta semangat belajar kedua wisudawan akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan UHN.
“Wisuda ini bukan hanya tentang kelulusan, tetapi juga tentang perjuangan, pengorbanan, dan doa orang tua. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Rektor UHN dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (7/05/2026).
Prosesi Wisuda yang Khidmat dan Bermakna
Di tengah suasana tersebut, prosesi wisuda tetap berlangsung khidmat. Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, secara resmi mewisuda 838 lulusan program sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya dari berbagai program studi.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa wisuda memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penyerahan ijazah. Ia adalah simbol kepercayaan. Simbol bahwa perguruan tinggi telah menunaikan tugasnya membentuk insan yang berilmu, berkarakter, dan siap mengabdi.
“Wisuda menjadi awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Awal dari ujian yang lebih nyata. Awal dari dunia yang menuntut bukan hanya kecerdasan, melainkan juga integritas, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kebijaksanaan, bukan hanya gelar, tetapi juga keberanian untuk memberi manfaat,” tandasnya.
Momen yang Menyentuh Hati
Prosesi wisuda ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dirayakan dengan kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan kisah perjuangan yang penuh makna dan menyentuh hati. Bagi para wisudawan yang telah meninggal dunia, momen ini menjadi bentuk penghormatan yang tak tergantikan.
Kehadiran orang tua dalam prosesi wisuda tersebut juga menjadi bukti bahwa dukungan dan doa dari keluarga sangat penting dalam proses pendidikan. Mereka menjadi bagian dari perjalanan akademik anak-anak mereka, meskipun tidak bisa hadir secara langsung.
Kesimpulan
Wisuda ke-1 Universitas Harkat Negeri menjadi momen yang tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga mengingatkan kita akan arti perjuangan, pengorbanan, dan kekuatan cinta. Dengan penuh rasa hormat dan kepedulian, UHN menunjukkan bahwa setiap lulusan, baik yang masih hidup maupun yang telah pergi, memiliki peran penting dalam sejarah institusi ini.
Momen mengharukan ini akan selalu diingat oleh seluruh peserta wisuda dan tamu undangan, sebagai pengingat bahwa setiap langkah dalam perjalanan pendidikan adalah hasil dari usaha, doa, dan dukungan yang tak terlihat.





















