Bupati Tanbu Hadiri Forum Orkestrasi Pembangunan Regional Kalimantan

Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri Regional Kalimantan di Balikpapan

BATULICIN – Bupati Tanahbumbu, Andi Rudi Latif, hadir dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri Regional Kalimantan yang diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026). Forum ini mengusung tema “Sinergi strategis daerah dalam menjawab tantangan dan memperkuat daya saing nasional melalui akselerasi penurunan pengangguran, penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, pengendalian inflasi, dan creative financing.”

Acara dibuka dengan pembukaan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Hadir pula narasumber seperti Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Bupati Sukamara H. Masduki, Walikota Bontang Hj. Neni Moerniaeni, dan Peneliti Ketenagakerjaan Indra Aditya.

Forum ini juga dihadiri oleh Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo, pejabat tinggi madya Kemendagri, serta para gubernur, bupati, walikota, sekda, dan Forkopimda se-Kalimantan.

Peran Forum dalam Memperkuat Sinergi Antar Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Rudi Latif menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah untuk memperkuat komitmen dan menyamakan persepsi langkah strategis antar daerah. Ia menyatakan bahwa melalui forum ini, tidak hanya kebijakan dan pengelolaan potensi daerah yang dibahas, tetapi juga belajar dari strategi keberhasilan daerah lain yang bisa menjadi rujukan bagi Tanah Bumbu.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya statecraft atau keterampilan mengelola negara yang membutuhkan pemimpin terampil dan cerdas. Ia memberikan contoh inovasi kepala daerah dalam penertiban LED dan baliho yang mampu meningkatkan PAD, serta keberhasilan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang memberi efisiensi sekaligus menambah pendapatan daerah.

Diskusi Strategi Percepatan Penurunan Pengangguran dan Kemiskinan

Forum dilanjutkan dengan diskusi mengenai strategi percepatan penurunan pengangguran, penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, pengendalian inflasi, serta pengembangan creative financing.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan komitmen Pemprov Kalsel dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi unggulan yang dijalankan Pemprov Kalsel, seperti:

  • Inovasi Sistem Integrasi Ternak Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering (Siti Hawa Lari)
  • Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk Remaja Sehat, Cerdas, Kreatif dan Berakhlak Mulia (Germas Ceria)
  • Gerakan Loyalitas Akselerasi Kinerja Surveilans dan Imunisasi (Galaksi)

Terkait Creative Financing dalam penurunan stunting dan kemiskinan, termasuk pemenuhan gizi dan pemberian vitamin, pencegahan perkawinan anak, pembangunan infrastruktur berupa SPAM dan RTLH, penyediaan benih padi unggul, permodalan dan pelatihan UMKM bagi keluarga miskin, gerakan ayo kerumah gizi, semesta cegah stunting, beasiswa sekolah, santunan dhuafa, bantuan ternak kambing, sembako gratis, bedah rumah, bantuan bibit perkebunan, dan lainnya.

Inovasi Pemkab Sukamara dalam Pengendalian Inflasi

Bupati Sukamara, H. Masduki, menyampaikan program pengendalian inflasi Pemkab Sukamara dengan langkah konkrit meliputi sidak pasar, gerakan pangan murah, operasi pasar LPG, BBM bersubsidi untuk nelayan, gerakan tanam cepat panen yaitu cabai dan bawang merah, bantuan petani dan nelayan (benih, peralatan budidaya, dan pengolahan), penyaluran BLT, serta Pasar Murah Bersubsidi.

Inovasi yang diluncurkan Pemkab Sukamara meliputi:

  • Program Pemanfaatan Lahan Bekas Kebakaran dan Terlantar (Preman Laskar)
  • Pemanfaatan Lahan Kurang Produktif dan Pekarangan (Pelaku Prokar)
  • Kurda Sukma yaitu pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dengan bunga rendah
  • Inovasi Koordinasi dan Monitoring Pasokan dan Harga Komoditas Ayam (KOMPAK AYAM) menjadikan harga daging ayam stabil

Keberhasilan Kota Bontang dalam Menurunkan Angka Pengangguran

Walikota Bontang Hj. Neni Moerniaeni menyampaikan keberhasilan Kota Bontang dalam menurunkan angka pengangguran. Program dan kegiatan Pemerintah Kota Bontang dalam menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka antara lain:

  • Peningkatan pelatihan, keterampilan, pemagangan, dan sertifikasi tenaga kerja
  • Pelaksanaan fasilitasi peluang kerja
  • Pembentukan forum komunikasi lembaga pelatihan dengan industri daerah Kota Bontang
  • Monitoring penegakan perda tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja
  • Perda tentang perlindungan hak pekerja alih daya
  • Pembentukan unit layanan disabilitas
  • Pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan
  • Peningkatan realisasi investasi tahun 2025 kenaikan mencapai 13,66 persen

Inovasi Pemkot Bontang dalam rangka menurunkan Angka Tingkat Pengangguran Terbuka diantaranya:

  • Inovasi Sistem Pelayanan Malam dan Hari Sabtu (Sipelaris)
  • Inovasi Pelayanan Pengembangan Jamsostek Pekerja Rentan (Pelajaran)
  • Aplikasi Teman Naker yaitu penyatuan data pencari kerja, lowongan kerja dan data sosial, dan kewajiban rekrutmen melalui Dinas Ketenagakerjaan
  • Inovasi Handak Begawi yaitu kerjasama pelatihan dan sertifikasi

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan

Acara kemudian dilanjutkan dengan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan kategori, Penurunan Tingkat Pengangguran, Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Entrepreneur Government/Creative Financing, dan Pengendalian Inflasi.