Pemda Malteng Lepas 47 Jemaah Calon Haji Menuju Tanah Suci
Sebanyak 47 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Maluku Tengah resmi dilepas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Prosesi pelepasan berlangsung di Gedung Islamic Center, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Jumat (8/5/2026) pagi.
Dalam acara tersebut, para jemaah menyampaikan permintaan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar membangun Wisma Haji di Kota Masohi. Permintaan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maluku Tengah, Rasyidah Silawane, di hadapan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.
Menurut Rasyidah, keberadaan Wisma Haji sangat penting untuk membantu jemaah dari luar Kota Masohi yang membutuhkan tempat singgah sebelum diberangkatkan menuju embarkasi. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pembangunan Wisma Haji muncul setelah Provinsi Maluku ditetapkan sebagai embarkasi antara.
Dengan status tersebut, jemaah haji asal Maluku tidak lagi menjalani embarkasi penuh di Kota Makassar. Sebaliknya, mereka hanya transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Pattimura Ambon dan kemudian ke Arab Saudi.
“Agar Jemaah Calon Haji dapat memiliki tempat tinggal di Kota Masohi satu hari sebelum diberangkatkan,” tambah Rasyidah. Ia juga menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momen perdana Kementerian Haji dan Umrah terlibat langsung dalam pengelolaan haji setelah resmi terpisah dari Kementerian Agama.
Rasyidah mengungkapkan bahwa kuota haji tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, masa antrean keberangkatan haji kini rata-rata mencapai 26 tahun secara nasional. Meski demikian, ia menyampaikan rasa syukur karena para jemaah akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu cukup lama.
“Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh bapak dan ibu Jemaah Calon Haji setelah sekian tahun menanti untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga sikap selama berada di Arab Saudi dengan menghormati aturan dan budaya setempat. Rasyidah meminta para jemaah menghindari tindakan yang melanggar aturan serta tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.
“Hindari tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi serta tidak boleh terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Permintaan Jemaah untuk Pembangunan Wisma Haji
Permintaan jemaah untuk membangun Wisma Haji di Kota Masohi merupakan salah satu hal utama yang disampaikan dalam acara pelepasan. Berikut beberapa alasan mengapa wisma ini sangat dibutuhkan:
Membantu jemaah dari luar daerah
Jemaah yang berasal dari luar Kota Masohi membutuhkan tempat singgah sebelum diberangkatkan ke Bandara Pattimura Ambon. Wisma Haji akan menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk bersiap sebelum melakukan perjalanan ke Arab Saudi.Menyederhanakan proses embarkasi
Dengan status Maluku sebagai embarkasi antara, jemaah haji tidak lagi harus melakukan embarkasi penuh di Makassar. Namun, mereka tetap membutuhkan tempat singgah di Kota Masohi sebelum melanjutkan perjalanan.Meningkatkan kenyamanan dan kesiapan jemaah
Wisma Haji akan memberikan ruang bagi jemaah untuk beristirahat, berdoa, dan bersiap secara fisik maupun mental sebelum tiba di Tanah Suci.
Tantangan dalam Pengelolaan Haji
Meskipun ada harapan positif, pengelolaan haji masih menghadapi beberapa tantangan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Penurunan kuota haji
Kuota haji tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini bisa memengaruhi jumlah jemaah yang bisa berangkat.Antrean yang panjang
Secara nasional, masa antrean keberangkatan haji mencapai rata-rata 26 tahun. Ini berarti banyak jemaah harus menunggu lama sebelum akhirnya bisa berangkat.Perlu peningkatan infrastruktur
Untuk memfasilitasi jemaah yang semakin banyak, diperlukan peningkatan infrastruktur seperti wisma haji dan fasilitas pendukung lainnya.






















