Bulog Papua Serap 1.678 Ton Beras dari Merauke hingga 2026



.CO.ID, JAYAPURA – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat telah berhasil menyerap beras sebanyak 1.678 ton dari petani di Merauke, Papua Selatan, hingga April 2026. Angka ini mencapai sekitar 6,006 persen dari target tahunan sebesar 27.000 ton.

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, di Jayapura, Sabtu, mengungkapkan bahwa capaian tersebut masih akan terus meningkat seiring dengan waktu penyerapan hingga akhir tahun. “Sekarang masih April dan kami optimistis penyerapan dapat terus meningkat, apalagi potensi produksi di Merauke cukup besar dan didukung antusiasme petani,” katanya.

Menurut Mustari, tren penyerapan beras di wilayah Papua dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Pada 2024, Bulog mencatat penyerapan sekitar 16.000 ton, yang kemudian meningkat menjadi 22.000 ton di 2025. “Tahun ini juga kami optimis dapat tercapai karena membentuk petugas jemput pangan guna memantau langsung produksi petani,” ujarnya.

Bulog menempatkan enam petugas di Merauke untuk memonitor dan memastikan petani tidak kesulitan menjual hasil panen. Meskipun penyerapan beras di Merauke hanya untuk wilayah setempat, pihaknya optimis dengan adanya Program Swasembada Pangan dari Presiden Prabowo, kebutuhan di seluruh Papua dapat terpenuhi.

Saat ini, stok beras yang tersimpan di 10 gudang Bulog pada enam provinsi di wilayah Papua dan Papua Barat mencapai sekitar 13.729 ton. Ditambah dengan beras yang masih dalam perjalanan, baik di pelabuhan maupun dalam proses distribusi menuju gudang, total ketersediaan stok secara keseluruhan mencapai sekitar 24.896 ton.

“Secara nasional, stok beras pemerintah saat ini telah mencapai sekitar 5 juta ton, yang dinilai sebagai hasil kerja keras seluruh pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami bakal terus memastikan bahwa stok beras di 10 Gudang Bulog akan selalu tersedia,” tegasnya.

Strategi Penyerapan Beras yang Efektif

Bulan April 2026 menjadi titik awal bagi penyerapan beras yang lebih besar. Dengan berbagai strategi yang diterapkan, seperti pembentukan petugas jemput pangan dan koordinasi dengan petani, Bulog berupaya memastikan bahwa produksi beras dapat diserap secara optimal.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Bulog antara lain:

Peningkatan jumlah petugas di daerah-daerah penghasil beras seperti Merauke untuk memantau langsung produksi petani.

Peningkatan komunikasi dengan para petani agar mereka tetap termotivasi dan memiliki akses mudah dalam menjual hasil panen.

Pengembangan infrastruktur gudang* untuk memastikan penyimpanan beras dapat dilakukan secara efisien dan aman.

Kondisi Stok Beras Saat Ini

Selain itu, stok beras yang tersimpan di 10 gudang Bulog di enam provinsi di wilayah Papua dan Papua Barat mencapai sekitar 13.729 ton. Dengan tambahan beras yang sedang dalam perjalanan, total ketersediaan mencapai sekitar 24.896 ton. Hal ini menunjukkan bahwa Bulog sudah melakukan persiapan yang matang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Adapun secara nasional, stok beras pemerintah telah mencapai sekitar 5 juta ton. Angka ini menunjukkan upaya serius dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski ada progres positif, Bulog masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal distribusi dan pengawasan. Namun, dengan adanya program-program pemerintah seperti Swasembada Pangan, serta komitmen dari para petani, peluang untuk meningkatkan produksi dan penyerapan beras semakin terbuka.

Dengan berbagai inisiatif yang telah dilakukan, Bulog berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat.