Sony Sonjaya Ungkap Jual Beli Dapur SPPG Sebelum Dicopot

Skandal Jual Beli Titik Gizi Nasional: Pejabat Dicopot, Penegakan Hukum Digaungkan

Jakarta – Gelombang perubahan terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul pencopotan Kepala BGN, Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Keputusan tegas ini diambil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menandakan respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang mengemuka, terutama dugaan praktik jual beli titik atau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pencopotan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi kinerja kabinet selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.

Maraknya Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Sebelum dicopot, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sonjaya, telah mengungkap adanya praktik penipuan jual beli titik atau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merajalela di berbagai daerah. Dapur SPPG sendiri merupakan fasilitas dapur modern yang terstandarisasi, dibangun oleh pemerintah melalui BGN untuk memastikan pemenuhan gizi yang optimal.

Menanggapi maraknya laporan ini, Sony Sonjaya melakukan koordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin, 25 Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa banyak laporan dari sejumlah daerah yang masuk, salah satunya kasus yang sedang ditangani di Polda Jawa Barat. Dalam kasus tersebut, pelaku telah berhasil ditangkap dan total korban mencapai 21 orang dengan kerugian mencapai Rp1,9 miliar, rata-rata per orang sekitar Rp100 jutaan.

Modus operandi para pelaku pun beragam, salah satunya adalah dengan mengaku memiliki koneksi orang dalam atau “ordal” untuk menawarkan jasa pengurusan titik SPPG dengan imbalan sejumlah uang. Para pelapor dijanjikan kemudahan dalam mendaftarkan titik SPPG dengan mengatasnamakan kedekatan dengan pejabat BGN, bahkan ada yang mengaku sebagai pejabat BGN itu sendiri.

Selain dengan Polda Jawa Barat, koordinasi juga dilakukan dengan kepolisian di wilayah Tangerang, Lombok Timur, dan Batam seiring bertambahnya informasi mengenai korban dugaan penipuan ini.

Dukungan Polri untuk Penegakan Hukum dan Imbauan Masyarakat

Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, yang dipimpin oleh Irjen Nurworo Danang, menegaskan dukungan penuh terhadap penegakan hukum atas dugaan penyalahgunaan program MBG, termasuk praktik jual beli titik SPPG.

“Satgas MBG Polri mendukung penuh penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG untuk mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang atau melanggar hukum,” ujar Danang.

Ia menambahkan bahwa sejumlah laporan pengaduan terkait dugaan penyimpangan telah ditangani di beberapa Polda. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran atau penyimpangan agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat, apabila menemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan, khususnya terkait dugaan jual beli titik, agar segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum setempat, baik di Polres maupun Polda,” papar Danang.

Temuan Kantor Staf Presiden: Kebersihan dan Indikasi Jual Beli Titik

Pengawasan terhadap pelaksanaan program gizi ini juga dilakukan oleh Kantor Staf Presiden (KSP). Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPPG setelah dilantik pada 27 April 2026.

Sidak dilakukan ke dua dapur SPPG di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan. Ia menemukan kondisi yang tidak sesuai standar, seperti area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.

Beberapa waktu kemudian, Dudung juga menemukan indikasi jual beli titik SPPG. Hal ini disampaikannya usai bertemu dengan Kepala BGN Dadan Hindayana di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Selasa, 19 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, Dudung menegaskan bahwa KSP akan mengawal ketat program MBG agar tidak ada oknum yang memperjualbelikan titik lokasi SPPG atau memanipulasi program demi keuntungan pribadi.

Apresiasi DPR dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mencopot Dadan Hindayana dan kedua wakilnya.

“Kami mengucapkan apresiasi dari DPR RI kepada pemerintah yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat dan juga hasil koordinasi dengan lintas kementerian dan juga masukan dari DPR,” kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa malam, Juni 2026.

Dasco berharap evaluasi ini menjadi momentum bagi BGN untuk melakukan perbaikan diri secara menyeluruh. “Kami harapkan dengan adanya evaluasi dan evaluasi ini yang dilakukan secara menyeluruh BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.

Ke depan, DPR menaruh harapan besar agar kepemimpinan BGN yang baru dapat mempercepat realisasi program pemerintah, khususnya dalam menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). “Pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini dan harapan kami bahwa tujuan pelayanan terhadap terutama daerah 3T dapat segera direalisasikan,” ungkap Dasco.

Respons Dadan Hindayana

Menanggapi pencopotannya, Dadan Hindayana menyatakan bahwa pergantian anggota kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan selama menjabat sebagai Kepala BGN selama 1,5 tahun.

“Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan, Selasa, Juni 2026. Ia yakin Presiden Prabowo akan membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Dadan juga mengucapkan selamat bekerja kepada Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Ia berharap pimpinan BGN yang baru dapat membawa program MBG menjadi lebih berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat.