Kepemilikan Investasi di Maluku Utara Masih Didominasi Pengusaha Luar Daerah
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan kekhawatirannya terkait dominasi pengusaha luar daerah dalam pengelolaan investasi dan proyek strategis di Maluku Utara. Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Utara di Bela Hotel Ternate, Minggu (12/4/2026).
Bahlil mengungkapkan bahwa sebagian besar perusahaan dan proyek besar di wilayah tersebut masih dikuasai oleh pihak luar daerah. Ia menyatakan sedih karena banyak sektor investasi strategis belum sepenuhnya dikelola oleh putra daerah.
“Sebagian pemainnya dikuasai bukan orang Maluku Utara, saya sedih. Untuk investasi yang baru, kalau boleh, pengusaha daerah harus profesional, bukan seperti pengusaha proyek APBD,” ujarnya dalam pidatonya.
Menurut Bahlil, kondisi ini memerlukan perhatian bersama, terutama dari para kepala daerah. Ia menegaskan pentingnya memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan terlibat dalam proyek-proyek strategis.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Peran Pengusaha Lokal
Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, Bahlil akan menggelar rapat kerja sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) di Maluku Utara. Raker ini direncanakan melibatkan gubernur serta para kepala daerah yang wilayahnya memiliki potensi dan aktivitas pertambangan.
“Saya minta abang-abang bupati, kita kerja sama untuk anak daerah,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, peluang usaha di sektor pertambangan dan investasi lainnya dapat lebih berpihak kepada pengusaha lokal. Dengan demikian, dampak ekonomi yang lebih besar dapat dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara.
Pentingnya Kolaborasi Antara Pusat dan Daerah
Bahlil menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam meningkatkan keterlibatan pengusaha lokal. Ia menilai bahwa banyak pintu yang bisa dibuka, termasuk dalam hal investasi dan proyek strategis.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa pengusaha lokal harus diberikan kesempatan untuk berkembang secara profesional. Bukan hanya sekadar terlibat dalam proyek APBD, tetapi juga dalam proyek investasi yang lebih besar dan berkelanjutan.
Keberlanjutan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal
Bahlil berharap, dengan adanya kolaborasi yang lebih baik, pengusaha lokal dapat menjadi bagian utama dalam pengelolaan investasi dan proyek strategis di Maluku Utara. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan partisipasi mereka, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih inklusif dan mendukung pengusaha lokal. Dengan begitu, potensi sumber daya alam dan investasi yang ada di Maluku Utara dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Bahlil Lahadalia menyoroti pentingnya peran pengusaha lokal dalam pengelolaan investasi dan proyek strategis di Maluku Utara. Ia mengingatkan bahwa meskipun ada banyak peluang, pengusaha luar daerah masih mendominasi sektor-sektor tersebut. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk bekerja sama dalam menciptakan ruang yang lebih besar bagi pengusaha lokal.
Melalui rapat kerja sektor ESDM yang akan diadakan, Bahlil berharap dapat memperkuat peran putra daerah dalam pengelolaan sumber daya dan investasi. Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan masyarakat Maluku Utara dapat merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.






















