Hukum  

Jelang Nataru, Polri Bidik Tempat Hiburan Malam: Peredaran Narkoba Diprediksi Naik

Nataru Polri
Ditresnarkoba Polda Kepri menggeledah barang bawaan pengunjung dan melakukan tes urine saat razia narkoba dan dugaan peredaran mikol ilegal di 10 club malam di Batam, Sabtu malam (11/10/2025). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Jakarta – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polri mulai bersiap menghadapi potensi lonjakan peredaran narkoba di berbagai kota besar.

Salah satu langkah yang diambil adalah menggencarkan operasi gabungan di pusat hiburan malam.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan operasi ini akan menyasar diskotek, klub, hingga bar di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut diambil karena akhir tahun kerap dimanfaatkan jaringan pengedar untuk mendorong peredaran narkoba.

“Perayaan akhir tahun identik dengan pesta dan meningkatnya aktivitas malam hari. Itu menjadi pasar potensial narkoba rekreasi seperti ekstasi dan sabu,” ujar Eko di Jakarta, Senin.

Polri menemukan pola peningkatan peredaran narkoba setiap memasuki masa libur panjang. Selain karena tingginya keramaian, permintaan dari kalangan pengguna juga naik tajam.

“Waktu libur panjang membuat sebagian pengguna merasa punya ruang untuk memakai tanpa terganggu rutinitas harian,” katanya.

Tak hanya soal permintaan, Eko menegaskan para bandar dan pengedar juga memanfaatkan momentum Nataru untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Pergerakan jaringan disebut meningkat beberapa pekan sebelum perayaan.

Mengantisipasi kondisi itu, Polri akan menggelar langkah penindakan di titik rawan dan memperkuat pemantauan di jalur-jalur masuk Indonesia.

Pengawasan ketat diterapkan di perbatasan, pelabuhan, bandara, hingga jalur tikus yang rawan menjadi pintu narkoba impor.

“Kami fokus mencegah pasokan narkoba dari jaringan transnasional, termasuk yang berasal dari Malaysia maupun kawasan Golden Triangle,” jelasnya.

Selain menyisir tempat hiburan malam, Polri juga menyiapkan operasi khusus di kampung-kampung yang selama ini dikenal sebagai basis peredaran narkoba. Targetnya, wilayah itu bisa dibersihkan dan dipulihkan.

“Kami lakukan penggerebekan terukur untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai kampung bersih narkoba,” kata Eko.

Dengan berbagai langkah ini, Polri berharap laju peredaran narkoba saat puncak liburan Nataru dapat ditekan semaksimal mungkin.

 

(Iwn/Ft)