Tragedi Kecelakaan di Jalan Tol Malang-Pandaan, 5 Orang Tewas dan 4 Luka Berat
Tragedi memilukan terjadi di jalan tol Malang-Pandaan, yang menewaskan lima orang dari satu keluarga besar. Kejadian ini mengguncang seluruh masyarakat Surabaya dan sekitarnya, terutama setelah diketahui bahwa semua korban memiliki hubungan kekerabatan erat.
Korban tewas terdiri dari lima orang, termasuk sopir mobil dan empat penumpang. Mereka dinyatakan meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami tabrakan hebat dengan truk bak terbuka. Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka berat dan kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Lokasi dan Waktu Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada Rabu (15/7/2026) malam, tepatnya di KM 72 jalur bebas hambatan Tol Malang-Pandaan. Mobil Honda CR-V bernopol L-1720-CAY yang dikemudikan oleh MI (37) terlibat benturan hebat dengan truk bak terbuka. Akibatnya, kendaraan tersebut rusak parah dan menyebabkan lima korban jiwa.
Dari lima korban tewas, empat di antaranya meninggal langsung di lokasi kejadian. Satu korban lainnya dinyatakan meninggal setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit. Jenazah para korban kini telah dievakuasi ke kamar jenazah Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo.
Identitas Korban Tewas
Korban tewas meliputi:
* MI (37), sopir mobil.
* MH (36), istri MI.
* HH (39), kakak kandung MI.
* HN (38), kakak kandung MI.
* WPP (2), balita anak HH.
Sementara itu, korban luka berat terdiri dari:
* QJ (8), anak HH.
* UH (19), keponakan HH.
* WPC (2), anak HH.
* ZA (12), anak HN.
Rombongan Wisata Keluarga
Rombongan wisata ini berasal dari Surabaya dan baru saja selesai berlibur di Kota Batu. Mereka tergabung dalam tiga kendaraan, dua mobil SUV dan satu sedan. Sebelum kecelakaan terjadi, rombongan ini sedang dalam perjalanan pulang menuju Surabaya.
Sepupu korban, Kautsar Ramadhani, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi saat rombongan sedang dalam perjalanan pulang. Ia dan suaminya sempat mendatangi rumah sakit untuk mengetahui kondisi jenazah.
Suasana Haru di Rumah Duka
Sejak Kamis dini hari, suasana duka menyelimuti kawasan Ampel, Surabaya. Belasan warga dan kerabat sudah berkumpul di depan rumah korban, sambil memasang terpal penutup di atas jalanan. Selain itu, warga juga menyiapkan alas karpet beludru hijau sebagai tempat duduk bagi para pelayat.
Di lorong gang lain, dua tenda duka sudah berdiri kokoh. Beberapa ibu-ibu sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk para pelayat. Mereka semua masih menunggu kedatangan jenazah yang masih dalam proses dimandikan di kamar mayat RS Bhayangkara Porong.
Beberapa jam kemudian, beberapa penumpang dari mobil lain yang selamat tiba di rumah duka. Mereka berjalan kaki sambil membawa barang bawaan dan menahan isak tangis akibat kepergian anggota keluarga mereka.
Peristiwa yang Menyentuh Hati
Salah satu tetangga yang sedang memasak makanan untuk para pelayat bahkan menangis tersedu-sedu di dekat tempat memasak. “Ya Allah, Husnul Khatimah, Ya Allah,” ujar wanita paruh baya tersebut seraya terisak di dekat penggorengan.






















