Gus Ipul Sebut Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah Penuhi Syarat Gelar Pahlawan

Soeharto Gelar Pahlawan
Mensos Gus Ipul saat menjenguk korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading yang dirawat di ruang ICU RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Minggu (9/11/2025). (Foto: Screenshot/Kompas TV)

Patrolmedia, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan proses penetapan gelar pahlawan nasional tahun ini telah melalui tahapan panjang dan berjenjang.

Ia menegaskan seluruh nama yang diusulkan sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Gelar pahlawan tentu pada saatnya akan diumumkan. Semua proses sudah dilalui, mulai dari bawah sampai ke atas. Siapapun nanti yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo), semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat,” kata Saifullah di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025), dikutip dari Kompas TV.

Gus Ipul sapaan akrabnya menyebut, pengumuman resmi penerima gelar pahlawan nasional tinggal menunggu waktu.

Ia meminta masyarakat bersabar hingga pengumuman resmi disampaikan pemerintah.

“Itu dulu soal pengumumannya kapan, tunggu saja, ya, pengumuman resminya,” kata Gus Ipul.

Ia mengungkap sejumlah nama tokoh yang dinilai memenuhi syarat untuk menerima gelar pahlawan nasional.

Beberapa yaitu, Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pejuang buruh Marsinah, serta ulama besar asal Madura, Syeikhona Kholil Bangkalan yang bernama lengkap KH Muhammad Kholil bin Abdul Lathif atau Mbah Kholil.

“Ya, Pak Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat, Syeikhona Kholil Bangkalan juga memenuhi syarat. Banyak lagi pejuang-pejuang dan tokoh dari berbagai provinsi yang diusulkan,” jelasnya.

Menurut Ipul, penilaian terhadap calon penerima gelar pahlawan nasional dilakukan secara ketat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, sejarawan, hingga tim peneliti dan pengkaji gelar tingkat nasional (TP2GN).

Semua nama yang masuk daftar usulan telah melewati proses seleksi panjang di berbagai tingkatan.

Ketika ditanya soal dinamika di balik nama-nama yang kerap menuai perdebatan publik, termasuk Soeharto, Gus Ipul menyebut hal itu sebagai bagian dari proses yang wajar.

Ia mengatakan, perbedaan pandangan adalah konsekuensi dari perjalanan sejarah bangsa.

“Itu bagian dari dinamika, ya. Semua masukan, catatan, dan pertimbangan menjadi lampiran dari keputusan akhir terkait gelar pahlawan ini,” katanya.

Ia menekankan pentingnya melihat sosok calon pahlawan secara utuh. Ia mengajak masyarakat untuk mengenang jasa dan kontribusi tokoh-tokoh tersebut, tanpa melupakan sisi kritis dari perjalanan mereka.

“Mari kita ingat yang baik-baik, sambil kita catat yang kurang agar tidak terulang lagi ke depan,” ujarnya.

Saifullah menambahkan, pemerintah berkomitmen menjaga objektivitas dalam proses penetapan gelar pahlawan nasional.

“Kita tunggu sebentar lagi, semua akan diumumkan secara resmi,” katanya

Selain itu, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam momen hening cipta nasional pada peringatan Hari Pahlawan pada hari ini Senin, (10/11/2025).

Ia berharap peringatan tahun ini berlangsung lancar dan penuh makna.

“Kita akan memperingati Hari Pahlawan. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan aktivitas sejenak pada pukul 08.15 WIB dan mengheningkan cipta selama 60 detik di tempat masing-masing.

Menurutnya, momen ini bentuk penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kejayaan bangsa.

“Mari kita berdoa dan mengenang para pahlawan serta syuhada yang telah berjuang dengan ikhlas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Hari Pahlawan menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air.

Nilai-nilai perjuangan para pahlawan, kata Saifullah, harus menjadi inspirasi bagi seluruh generasi dalam menghadapi tantangan masa kini.

“Mari kita berdoa dan mengenang para Pahlawan, para suhada yang telah berjuang dengan ikhlas dan mewariskan negara yang luar biasa, negara Indonesia,” pungkasnya.

 

(Ipl/EN)