
Ia menyebut, orang-orang yang secara kritis mempertanyakan soal itu seperti Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Rahardja malah dikriminalisasi. Itu semua ditulis juga pada buku.
Momen Roy Suryo cs mendatangi Fakultas Kehutanan UGM dan meneliti salinan skripsi Jokowi pada April 2025 lalu juga dimuat.
Buku tersebut juga memuat hasil analisa metode Error Level Analysis (ELA) pada ijazah Jokowi.
Bagian buku lainnya menelusuri keaslian ijazah Jokowi lewat hasil analisis digital forensik oleh Rismon.
Roy menyebut Rismon Sianipar menyajikan sebuah analisis spektrum warna untuk menganalisa stempel pada pas ijazah Jokowi.
Selain itu kajian berbasis behavioral neuroscience oleh dokter Tifa yang juga disangkutpautkan dengan pola politik.
“Paling menonjol ya kesimpulannya adalah skripsinya 99,9 persen palsu. Tidak mungkin menghasilkan ijazah asli. Itu saja yang paling penting,” beber Roy Suryo.
Roy Suryo dkk sudah bertekad bulat memberi juduli Jokowi’s White Paper dengan tujuan untuk membersihkan nama kampus UGM.
“Universitas Gadjah Mada itu, kami bertiga lulusan sini. S1, S2 nya semuanya dari UGM semua. Jangan sampai ini dikotori. Saya terus terang agak sedih masuk UGM ini,” ucapnya.
“Jadi buku itu insyaallah akan menjadi sebuah referensi yang sangat menarik. Karena kami susun dengan bahasa yang teknis tapi agak populer. Jadi populer science lah,” pungkasnya.






















