Hukum  

KPK Telusuri Aliran Dana PUPR Sumut, Bobby Nasution Disorot

Bobby Nasution Disorot
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kanan) usai menghadiri kegiatan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/4/2025). ANTARA/Rio Feisal
Bobby Nasution Disorot
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (baju batik) usai menghadiri kegiatan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/4/2025). (Foto: Antara)

Patrolmedia, Jakarta – KPK mulai masuk lebih dalam ke kasus dugaan korupsi proyek jalan di Dinas PUPR Sumatera Utara. Aliran duit panas ini tak cuma berhenti di bawahan, tapi mulai menyentuh nama besar Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Video: 5 Tersangka Korupsi Proyek Jalan Sumut Dihadirkan KPK Saat Konferensi Pers

Anak buah langsung Bobby, Kadis PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting (TOP), sudah ditetapkan tersangka.

KPK lagi sedang mencari tahu apakah ada setoran dari Topan ke Bobby, dan kalau ada, duit itu mengalir dari mana, lewat siapa, dan buat apa?

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, tak menngelak. Ia menyebut Topan adalah “orang dekat” Bobby, bahkan sejak sebelum Bobby jadi gubernur.

Pernah juga jadi Plt. Sekda Kota Medan waktu Bobby masih Wali Kota. Jadi koneksi mereka jelas.

“Terkait dengan profil dari TOP dari PUPR tadi menyampaikan orang dekatnya gubernur, Saudara BN, bahkan mungkin dari sebelum jadi gubernur ya, sudah menjadi orang dekatnya,” kata Asep di Gedung Merah Putih, Jakarta, seperti dilansir Tribun, Sabtu (28/6/2025).

KPK menggandeng PPATK buat melacak duit yang mencurigakan. Tidak ada yang bakal ditutuptutupi. Siapa pun yang kena jejak uangnya, entah Kadis lain, pejabat atas, sampai ke gubernur sekalipun – bakal dipanggil, diinterogasi, dan dimintai pertanggungjawaban.

“Selebihnya ini sedang kita ikuti. Kalau nanti ke siapa pun ke atasannya atau mungkin ke sesama kepala dinas atau ke gubernur, ke mana pun itu dan kami memang meyakini, kami tadi juga sudah sampaikan, kita bekerja sama dengan PPATK untuk melihat ke mana saja uang itu bergerak,” kata Asep.

Asep juga sempat menyinggung soal kunjungan Bobby ke Gedung KPK pada April lalu. Tapi katanya, waktu itu tidak ada bahasan spesifik soal kasus ini, cuma diskusi umum tentang birokrasi daerah.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Sumatera Utara pada Kamis malam (26/6/2025).

KPK menangkap 5 tersangka pasca OTT yakni Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting, Kepala UPTD Gn. Tua Dinas PUPR Provinsi Sumut merangkap PPK Rasuli Efendi Siregar, PPK Satker PJN Wilayah I Sumut Heliyanto, Dirut PT DNG M. Akhirun Efendi Siregar, dan Direktur PT RN M. Rayhan Dulasmi Pilang, serta menyita uang hasil OTT senilai Rp231 juta dari total nilai proyek sebesar Rp231,8 miliar, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/6/2025). (Foto: Ist)

Ada 5 orang yang sudah tersangka, termasuk Topan. Berikut daftarnya:

  • Kepala UPTD Gunung Tua, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) – Rasuli Efendi Siregar (RES)
  • PPK Satker PJN Wilayah I – Heliyanto (HEL)
  • Dirut PT Dalihan Natolu Grup – M. Akhirun Efendi Siregar (KIR)
  • Direktur PT Rona Na Mora – M. Rayhan Dulasmi Pilang (RAY)
  • Kadis PUPR Sumut -Topan Obaja Putra Ginting (TOP)

Kasus ini belum selesai. Justru baru mulai panas. Kalau duit korupsi ini benar lari ke level atas, ya publik berhak tahu.

KPK kalau konsisten harus menyikat tanpa pandang jabatan termasuk kalau harus menyoal menantu presiden sekalipun.

 

Editor: Erwin Syahril