Direktur PT PBS yang juga Direktur di PT Porang Bumi Sejahtera Tambili Oktavian mengatakan, mesin oven dan peracikan porang yang diresmikan Wamentan Harvick berkapasitas 6 ton per shift dengan durasi 5 jam. Mesin itu dapat menyerap sekitar 1.800 ton pertahun.
“Kami tidak hanya mengolah chips tapi juga penyediaan bibit unggul dan bersertifikasi yang siap dijual ke masyarakat petani,” kata Tambili.
Ia mengatakan, khusus untuk bahan baku porang pabrik, pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan pemasok dari Lubuk Linggau, Jambi, Lampung, dan bebera daerah lainnya.
“Dan ini peluang juga bagi bagi petani porang di Sumatera Barat yang produksinya ingin dijual ke perusahaan kami,” tuturnya.
Kehadiran Wamentan Harvick dalam peresmian pabrik porang tersebut tak terlepas dari lobi-lobi dan komunikasi yang dimainkan salah satu Komisaris PT PBS M Hidayat, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai NasDem.
Hidayat memiliki kedekatan emosional dengan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, yang ikut mendukung budidaya porang di Sumatera Barat.
Tanaman porang, merupakan komoditas yang menjanjikan dan memiliki potensi pengembangan cukup besar dengan memberi nilai tambah bagi petani.
Porang mampu dikembangkan menjadi produk hilirisasi berupa bahan kosmetik, beras porang, dan berbagai varian makanan lainnya.
Penulis: Niko Irawan
Editor: Yogi Subroto






















