
Begitu seriusnya Presiden, Pemerintah Pusat melalui APBN akan meningkatkan anggaran untuk membantu petani dalam membudidayakan porang sebagai industri pertanian strategis.
Mengingat tahun lalu anggarannya sangat kecil, pada 2022 mendatang, Pemerintah bakal menaikkan baik melalui APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota sesuai harapan masyarakat petani.
“Masyarakat dan rekan media boleh menagih ini dengan menyampaikannya kepada kami. Ini penting sekali karena challenge seperti ini yang diharapkan Bapak Presiden,” ujarnya.
“Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran kepada masyarakat petani porang. Insyaallah, dan percayalah pemerintah tak akan pernah berpikir mengecewakan masyarakatnya,” tambah Harvick.
Komisaris Utama PT PBS Darmansyah mengatakan, pendirian pabrik pengolahan porang, berawal dari pesatnya pertumbuhan budidaya porang sebagai tumbuhan primadona dan bernilai jual dengan keuntungan signifikan.
“Tanaman ini berdasarkan survei banyak tumbuh alami di Sumbar, terutama di hutan wilayah Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Solok,” ujarnya.
Potensi ini kemudian berkembang dan PT Porang Bumi Sumatera (PBS) sebagai bagian dari PBS Group, melakukan budidaya 1 juta polibek bibit asal Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Solok. Bibit kualitas unggul ini, telah dikembangkan hingga 3 fase tumbuh kembang.
“PT Pancadarma Bumi Solokindo bergerak di pengolahan umbi porang. Sementara, PT Porang Bumi Sumatera bergerak di bidang penyedian bibit dan bahan baku porang,” ujarnya.






















