“Kejadian ini cukup mengejutkan kita. Maka, berbagai upaya sosialisasi dan mengimbau warga secara masif, tapi melihat kejadian ini kita perlu lebih mencegah nanti pasar lain disekitar daerah juga ditutup,” kata Zul.
Penutupan Pasar Solok dilakukan sampai hari Minggu 3 Mei 2020 karena akan disemprot disinfektan total oleh Tim Gugus Tugas COVID-19.
Korban Pingsan di Pasaraya Solok
Sementara itu, warga yang pingsan di Pasaraya Solok, akhirnya teridentifikasi. Pasien berinisial U (45) tersebut, pingsan di Posko 3 Pasaraya Solok.
Pasien asal Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok saat itu berbelanja di Pasaraya Solok.
Tim Covid-19 Kota Solok, akhirnya mengevakuasi U ke Posko Covid-19 Kota Solok di Banda Pandung.
Pasien tersebut memiliki keluhan pusing, mual, nyeri ulu hati, dan batuk berdahak. U sebelumnya mempunyai riwayat perjalanan dari Pekanbaru, Riau, 2 hari yang lalu.
Awalnya, pasien oleh Tim Kesehatan Covid-19 Kota Solok akan dipasangi infus dan injeksi obat. Namun, keluarga pasien menolak untuk dilakukan tindakan medis dan diberi obat.
Sehingga, pasien dinyatakan berstatus orang dalam pantauan (ODP) dan menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.
Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril






















