
“Nanti yang muda itu setelah mengkal dijual lagi, biar ada penghasilan lah setiap hari,” katanya.
Namun, profesi yang ia geluti itu belum mampu menghasilkan Rengkam dengan jumlah yang besar. Padahal, Didi ingin sekali membudidayakan rumput laut untuk menunjang ekonomi keluarganya dan warga sekitar.
Bagi Didi, tak sedikit biaya untuk membeli peralatan untuk budidaya dan melaut yang terbilang cukup mahal.
“Ingin memang (budidaya), ya tapi kan kita hanya nelayan kecil, alatnya mahal,” kata Didi tersenyum.
Apalagi saat ini baik rumput laut maupun ikan, hasilnya mulai berkurang. Hal itu menurut Didi, lantaran laut di wilayah Pasir Panjang sudah tercemar akibat polusi minyak yang berada di perairan Kepri, sejak beberapa tahun terakhir.
Kendati begitu, saat ini dirinya masih bisa menjual rumput laut yang telah dikeringkan ke pengepul, meskipun laut disekitaran Pasir Panjang tercemar limbah seperti tumpahan minyak.
Dengan hadirnya tim Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104 Kodim 0316/Batam, Didi menaruh harapan agar Rengkam sebagai rumput laut bisa menjadi urat nadi perekonomian nelayan di Pasir Panjang.
“Ya, sekiranya kami para nelayan disini dapat bimbingan dan solusi lah dari bapak-bapak TNI, supaya ekonomi kami bisa meningkat,” harapnya. (Erwin)






















