Berita  

Ruben Onsu: Sarwendah Boleh Ambil Rumah Cilandak, Asal Cicilan Terbayar

Polemik Harta Gono Gini: Rumah di Cilandak Menjadi Titik Perselisihan Ruben Onsu dan Sarwendah

Pasca resmi bercerai pada September 2024, perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya semakin meruncing. Jika sebelumnya isu yang mengemuka adalah seputar akses pertemuan dengan buah hati, kini perdebatan telah merambah ke ranah pembagian aset harta gono gini. Salah satu aset yang menjadi pusat perhatian dan perdebatan adalah sebuah rumah mewah yang berlokasi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Rumah yang kini menjadi tempat tinggal Sarwendah bersama kedua anak kandung mereka, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, disebut-sebut sebagai salah satu harta bersama yang perlu dibagi. Namun, situasi menjadi rumit karena rumah tersebut ternyata masih terikat sebagai jaminan bank atas utang yang dimiliki oleh Ruben Onsu. Kondisi ini memunculkan kompleksitas baru dalam menentukan kepemilikan serta tanggung jawab pembayaran cicilan yang masih berjalan.

Tawaran Pengalihan Kewajiban dan Perhitungan Kontribusi Finansial

Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menegaskan bahwa mereka tidak keberatan apabila Sarwendah berkeinginan untuk mengambil alih rumah tersebut. Namun, ada satu syarat penting yang diajukan, yakni perhitungan dana cicilan yang telah dibayarkan oleh Ruben selama ini harus diperhitungkan secara adil dalam proses pembagian aset.

Minola Sebayang menjelaskan, kekhawatiran utama dari pihak Ruben adalah adanya potensi anggapan bahwa rumah tersebut merupakan hasil jerih payah Sarwendah semata, tanpa pengakuan atas kontribusi finansial Ruben selama ini. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada persepsi anak-anak di kemudian hari.

“Ruben sudah melihat ada gelagat khawatir rumah yang menjadi harta bersama ini diklaim adalah harta yang bukan menjadi harta bersama,” tutur Minola. “Yang akhirnya ini bisa membuat Ruben khawatir anak-anak yang ada dalam pengasuhan ibunya berpikir bahwa ayahnya enggak buat apa-apa. Ayahnya enggak memberikan apa-apa. Bahkan rumah itu pun ayahnya enggak ada andilnya.”

Oleh karena itu, perhitungan cicilan menjadi krusial. Minola mengibaratkan, jika rumah tersebut nantinya akan diserahkan kepada anak-anak, maka harus ada kejelasan mengenai riwayat pembayaran. “Kalaupun memang misalnya mau diserahkan ke anak, anak harus jelas bahwa di ujung perjalanan itu Mama yang lunasin, tapi dari awal sampai pertengahan jalan Papa yang bayarkan. Fair dong,” tegasnya.

Permintaan pengembalian dana cicilan ini, lanjut Minola, menjadi relevan jika ada pihak yang mengklaim rumah tersebut sepenuhnya diperoleh tanpa adanya andil dari Ruben. “Tapi kalau misalnya ingin diklaim itu sepenuhnya adalah hasil jerih payahnya dia tanpa ada andilnya Ruben, wajar enggak kalau Ruben minta kembalikan uang gue?” pungkasnya.

Pemicu Memanasnya Konflik: Kesulitan Bertemu Anak

Di balik perdebatan mengenai aset, Minola Sebayang mengungkap bahwa akar permasalahan yang memicu memanasnya konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah berawal dari kesulitan Ruben untuk bertemu dan berkumpul dengan kedua anaknya setelah perceraian.

Menurut Minola, setelah perceraian, telah disepakati adanya jadwal pertemuan antara Ruben dengan anak-anaknya, yang seharusnya berlangsung dua hingga tiga hari dalam seminggu. Namun, sejak perceraian hingga saat ini, Ruben merasa haknya sebagai seorang ayah untuk bertemu buah hatinya belum terpenuhi.

“Ini berawal dari Ruben mengawali kesulitan ya untuk bertemu dengan anaknya, untuk berkumpul dengan anaknya layaknya seorang ayah,” kata Minola. “Ruben dan si S itu ada kesepakatan bahwa mengenai masalah anak itu ada dua sampai tiga hari anak itu akan berkumpul bersama Ruben dalam seminggu. Ini yang dari awal perceraian belum terealisasi hingga hari ini, itu adalah haknya Ruben.”

Meskipun demikian, Minola memastikan bahwa Ruben Onsu tetap memenuhi kewajibannya terkait pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Bahkan, ia menyebutkan bahwa dana yang diberikan oleh Ruben untuk pendidikan anak-anak melebihi nominal yang telah disepakati.

“Ruben sejak mulai dari perceraian, itu kan tetap komitmen ya untuk memenuhi apa yang menjadi isi perjanjian. Antaranya sebenarnya kan diatur tentang uang pemeliharaan dan pendidikan anak. Tapi yang diberikan Ruben itu sesuai dengan apa yang dimintakan oleh S itu tiap bulannya melebihi apa yang seharusnya,” beber Minola.

Namun, pembayaran kewajiban finansial tersebut ternyata tidak serta-merta memberikan kesempatan bagi Ruben untuk menjalankan haknya bertemu anak-anak sesuai kesepakatan. “Soal itu pun tetap dibayarkan Ruben ke mantannya S, tapi itu tidak memberikan kesempatan bagi Ruben untuk mendapatkan haknya sebagaimana yang diatur dalam akta itu,” tutur Minola.

Latar Belakang Pernikahan dan Struktur Keluarga

Ruben Onsu dan Sarwendah mengikat janji suci pernikahan pada 22 Oktober 2013 di Bali. Pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak kandung, yaitu Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu. Selain itu, mereka juga mengangkat Betrand Peto Putra Onsu sebagai anak angkat.

Keputusan perceraian resmi dijatuhkan pada September 2024. Dalam putusan tersebut, hak asuh ketiga anak mereka, termasuk Betrand Peto, jatuh ke tangan Sarwendah. Sejak saat itu, ketiga anak tersebut tinggal bersama Sarwendah. Namun, belakangan ini, Betrand Peto atau yang akrab disapa Onyo, dilaporkan memilih untuk tinggal bersama sang ayah, Ruben Onsu.