Anggarannya Lebih Besar dari Kemendagri, JK: Kalau Pemilu 2019 Gagal, Bawaslu Kecewakan Rakyat

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi pimpinan Bawaslu RI dan Mendagri Tjahjo Kumolo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bawaslu di Ancol, di Mercure Convention Centre Ancol Jakarta, Senin (10/12/2018). (Foto: Faizal Fanani/Liputan6.com).

Estimasi Mendagri Tjahjo Kumolo yang dilaporkan kepada JK, 1 pemilih rata-rata menghabiskan waktu 11 menit di dalam bilik suara untuk mencoblos 5 tingkatan peserta pemilu.

“Tadi disampaikan oleh Pak Tjahjo, setelah uji coba rata-rata dibutuhkan 11 menit untuk 1 orang. Jadi kalau waktu TPS dibuka 6 jam, berarti 360 menit dibagi 11, itu berarti satu bilik bisa dipakai 32 sampai 33 orang, kalau betul-betul lancar, berarti minimum dibutuhkan 10 bilik suara di satu TPS,” kata JK.

JK meminta Bawaslu memperkuat jajarannya untuk mengawasi pelaksanaan pemilu dengan teliti, agar pelaksanaan pemilu di Indonesia dapat terpercaya di mata dunia sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia.

“Tentu kita menginginkan suatu pemilu yang kredibel dan terpercaya, maka haruslah semua aspek (pemilu) itu diawasi dengan baik. Itulah tugas anda (Bawaslu) semua,” kata Wapres di depan peserta Bawaslu pusat dan daerah.

Rakornas Bawaslu diselenggarakan di Jakarta pada Minggu tanggal 9 – 11 Desember 2018, dihadiri jajaran Bawaslu seluruh provinsi untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019.

Para pengawas pemilu tingkat provinsi akan mendapat paparan di Rakornas itu dari sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait pelaksanaan Pemilu, seperti Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua KPU RI Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI Abhan.

 

Editor: Chandra Adi Putra