Jakarta, Kamis (15/10/2026), menjadi lokasi kedatangan sejumlah perwira tinggi TNI yang dikabarkan akan menerima penugasan baru dari Presiden RI. Salah satunya adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Taruli Horja Tambupobolon, yang terlihat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta menjelang agenda pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada siang hari.
Kehadiran Richard memunculkan kabar bahwa ia akan dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI. Saat ditanya mengenai kemungkinan mengikuti prosesi itu, lulusan Akmil 1992 tersebut memberi jawaban singkat dan menegaskan kesiapan sebagai prajurit. Ia mengatakan, “Saya prajurit, siap ditempatkan di mana saja.”
Agenda pelantikan di Istana pada hari yang sama disebut tidak hanya menyangkut satu posisi. Presiden RI dilaporkan akan mengangkat sejumlah pejabat baru dalam acara yang digelar di kompleks kepresidenan. Salah satu nama yang masuk daftar adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita.
Jika pelantikan itu berlangsung sesuai kabar yang beredar, Tandyo akan meninggalkan jabatan Wakil Panglima TNI yang saat ini ia emban. Sosoknya dikenal sebagai salah satu perwira tinggi yang dipercaya Presiden Prabowo dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sehingga perpindahan tugasnya menjadi perhatian dalam jajaran pimpinan militer.
Selain Richard dan Tandyo, ada pula pejabat TNI lain yang sudah berada di Istana Kepresidenan Jakarta. Pangdam Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi turut dilaporkan hadir lebih awal dan disebut akan mendapat penugasan baru di pemerintahan.
Menurut informasi yang beredar, Kristomei akan dilantik menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jika benar, ia akan menggantikan Letjen Suharyanto, yang selama ini memimpin lembaga penanggulangan bencana tersebut. Dengan demikian, pelantikan di Istana hari itu diperkirakan menjadi momen rotasi penting bagi sejumlah pucuk pimpinan sipil dan militer.
Rangkaian kedatangan para perwira tinggi itu menunjukkan bahwa agenda di Istana pada Kamis siang bukan sekadar seremoni biasa, melainkan bagian dari penyegaran posisi strategis di lingkungan pemerintahan. Hingga informasi ini disampaikan, Richard sudah berada di kompleks Istana dan memberi sinyal siap menerima penugasan apa pun yang diputuskan presiden.






















