Berita  

Itang Yunasz Kenang Martha Tilaar sebagai Sosok Pendorong Inovasi Kecantikan Indonesia

Panbil Mall

Desainer Itang Yunasz menyampaikan duka atas wafatnya Dr. (HC) Martha Tilaar, tokoh yang menurutnya punya peran besar dalam melahirkan gagasan-gagasan segar di dunia kecantikan dan wellness. Itang mengenang Martha sebagai pribadi yang tak hanya kreatif, tetapi juga pekerja keras, terbuka pada masukan, dan konsisten mendorong produk lokal agar punya tempat lebih luas di masyarakat, Rabu (14/10).

Dalam pernyataannya, Itang menyebut Martha sebagai figur yang meninggalkan jejak kuat bagi perempuan Indonesia. Ia mendoakan agar nama sang pendiri kerajaan bisnis kecantikan itu terus dikenang melalui warisan nilai keindahan dan kebaikan. Itang juga mengaku terkejut karena kabar duka tersebut datang tanpa tanda-tanda bahwa Martha sedang sakit.

Itang bercerita, pada masa awal pengembangan kosmetik Sari Ayu, ia mendapat kepercayaan besar dari Martha. Kepercayaan itu membuatnya terlibat dalam sejumlah kegiatan yang didorong Martha untuk mengangkat karya para pelaku industri kecantikan. Salah satunya adalah lomba yang melibatkan rancangan busana bertema keindahan bumi Indonesia.

Ia menuturkan, Martha memiliki semangat kuat untuk memperkenalkan kekayaan bangsa ke dunia. Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika tema “Dewi Sri” dihadirkan dalam ajang yang kemudian dimenangkan dengan Enny Soekamto sebagai model, sementara kostumnya dirancang oleh Itang. Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bagaimana Martha mendorong kolaborasi antara kecantikan, budaya, dan kreativitas.

Martha Tilaar mengembuskan napas terakhir pada Rabu (14/10) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta, dalam usia 89 tahun. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

Nama Martha Tilaar selama ini lekat sebagai pionir kosmetik lokal berbasis bahan alami. Ia memadukan tradisi perawatan kecantikan dengan pendekatan modern, lalu menghadirkannya dalam berbagai produk perawatan kulit, rias wajah, hingga perawatan tubuh. Perjalanannya dimulai pada 1970, ketika ia membuka salon di garasi rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebelum berkembang menjadi Martha Griya Salon. Dari sana, usaha kecantikan berbasis tanaman herbal mulai tumbuh dan kelak melahirkan banyak merek yang dikenal luas, termasuk Sari Ayu, Biokos, Belia, dan PAC.

Lebih dari lima dekade, karya dan gagasan Martha tidak hanya membesarkan bisnis kecantikan, tetapi juga ikut memperkenalkan kearifan lokal Indonesia lewat produk-produk yang mengandalkan bahan alami. Bagi banyak pelaku industri, warisan itu menjadikan Martha bukan sekadar pengusaha, melainkan tokoh yang membuka jalan bagi berkembangnya kosmetik nasional.