Berita  

Bryan Tilaar Ungkap Pesan Martha Tilaar soal Etika Bisnis dan Warisan untuk Keluarga

Panbil Mall

Wafatnya Martha Tilaar pada Rabu, 14 Oktober 2026, meninggalkan bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga tanggung jawab besar untuk meneruskan bisnis kecantikan yang ia rintis selama 56 tahun. Putra sulungnya, Bryan Tilaar, mengatakan bahwa sang ibu sejak lama menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan etika dalam menjalankan usaha. Martha meninggal pada usia 89 tahun pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, dan jenazahnya disemayamkan di rumah duka kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Di rumah duka, Bryan mengenang bahwa pesan ibunya bukan berupa arahan khusus yang rumit, melainkan prinsip hidup yang terus diulang dalam keseharian. Menurut dia, Martha selalu menekankan bahwa bisnis tidak boleh dibangun dengan cara yang merugikan orang lain. Nilai itu, kata Bryan, menjadi bekal penting bagi keluarga yang kini harus menjaga nama besar sekaligus warisan usaha yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

Ia menyebut ibunya berulang kali mengingatkan agar keluarga tidak tergoda mencari untung dengan cara tidak benar. Bagi Martha, keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan moralitas dan kedisiplinan. Bryan menegaskan bahwa pesan tersebut menjadi pegangan utama yang ia ingat dari sang ibu, terutama ketika bisnis keluarga kini memasuki tahap penerusan ke generasi berikutnya.

Selain soal integritas, Martha juga menanamkan pandangan bahwa usaha yang dijalankan harus memberi manfaat lebih luas bagi Indonesia. Bryan mengatakan ibunya ingin karya yang dibangun tidak berhenti pada pencapaian komersial, tetapi juga ikut mendorong kemajuan bangsa melalui inovasi dan semangat pantang menyerah. Dalam pandangannya, membangun usaha kecantikan juga berarti ikut berkontribusi pada citra positif Indonesia.

“Pasti kalau kita hidup itu harus berdampak kepada negara yang kita cintai ini, yaitu Indonesia,” ujar Bryan. Ia menambahkan bahwa semangat yang diwariskan Martha mencakup keberanian untuk terus berinovasi, memiliki iman, dan tidak mudah menyerah. Menurut dia, nilai-nilai itu menjadi bagian penting dari identitas bisnis yang ditinggalkan ibunya.

Warisan usaha tersebut kini berada di tangan anak-anak Martha. Bryan menyebut bisnis keluarga itu akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya, termasuk dirinya bersama adik-adiknya. Ia juga menjelaskan bahwa Martha meninggalkan empat anak, yakni Bryan, Pingkan, Wulan, dan Kilala, serta 10 cucu yang seluruhnya telah berkeluarga. Prosesi perpisahan dengan Martha masih berlanjut, dengan ibadah tutup peti dijadwalkan pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebelum pemakaman di San Diego Hills, Karawang, pada Jumat, 16 Oktober 2026.