Sarwendah Bantah Marah di Sidang Mediasi dengan Ruben Onsu



Sarwendah memberikan penjelasan yang mengejutkan melalui media sosial setelah mengikuti sidang mediasi dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Dalam pernyataannya, Sarwendah membantah tudingan bahwa ia marah-marah selama proses mediasi tersebut.

Sebelumnya, Sarwendah dan Ruben Onsu baru saja menjalani sidang mediasi terkait hak asuh anak pada (19/03/2026). Sayangnya, sidang tersebut tidak berhasil mencapai kesepakatan. Muncul berita bahwa Sarwendah tampak emosional selama mediasi, namun hal ini langsung dibantah oleh Sarwendah.

Melalui unggahan di Instagram Story @sarwendah29, Sarwendah menyampaikan klarifikasi mengenai isu marah-marah saat mediasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap berusaha kooperatif selama proses berlangsung. Menurut Sarwendah, respons yang dianggap emosional itu muncul karena ucapan pihak penggugat yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta, khususnya terkait masalah anak-anak.

Ia juga menyoroti bahwa ia langsung merespons ketika pembahasan tentang anak-anak disampaikan dengan versi yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Terlepas dari jalannya mediasi dan dinamika di dalam ruang mediasi. Pernyataan kuasa hukum penggugat dan pemberitaan bahwa saya marah-marah, menunjuk hingga berdiri adalah tidak benar,” ujar Sarwendah.

“Yang terjadi adalah saya merespons pernyataan pihak penggugat (Ruben) yang tidak sesuai fakta, khususnya terkait anak-anak,” tambahnya.

Selain itu, Sarwendah juga mengungkap bahwa dirinya sempat dibentak oleh anggota hukum pihak penggugat. Menurutnya, hal ini membuat situasi sidang mediasi menjadi memanas.

“Justru dalam proses tersebut, salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentak saya dengan nada tinggi,” katanya.

Sebagai seorang ibu, Sarwendah merasa wajar jika ia tidak bisa diam ketika fakta tentang anak-anak disampaikan secara keliru di hadapan mediator.

“Saya hadir bukan untuk berkonflik, melainkan dengan itikad baik guna menjalani mediasi sebagai bagian dari proses persidangan,” jelasnya.

Versi Minola Sebayang

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan pernyataan berbeda mengenai situasi mediasi. Menurutnya, Ruben Onsu tetap bersikap kooperatif dan lebih banyak diam selama proses berlangsung.

Namun, perdebatan disebut mulai terjadi ketika Minola menyampaikan argumentasi hukum terkait Akta 39. Dalam versi Minola, Sarwendah sempat berdiri dan memotong pembicaraan saat pembahasan berlangsung.

“Secara mendadak S bangkit gitu langsung tuding-tuding saya ‘Bayangkan kalau Bapak punya anak perempuan loh’,” kata Minola.

“Ia bilang ya, ‘Anda tenang, Anda duduk, Anda enggak boleh mengintervensi saya berbicara’,” ujar Minola.

“Saya di sini masih bicara tentang hukum, dia sendiri yang bilang ini tentang hukum, bukan perasaan.”

“Tapi dia ngomong ‘Bayangkan bagaimana perasaan bapak’, nah kok bicara perasaan,” ungkap Minola.