Investasi Batam Diklaim Tembus Rp 38,9 Triliun di Semester I 2026

Investasi Batam
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Batam. (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Tren investasi Batam di Semester I 2026 makin moncer dan berdampak langsung ke masyarakat.

Berdasarkan data pemantauan bottom-up BP Batam, realisasinya hingga Semester I 2026 meroket sampai Rp 38,97 triliun.

Angka ini setara dengan 55,67 persen dari target tahunan Rp 70 triliun.

Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), nilainya tercatat sebesar Rp 29,89 triliun atau 42,70% dari target.

Capaian ini tumbuh 27,31 persen secara tahunan (year-on-year).

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut tingginya angka ini membuktikan kepercayaan investor dunia terhadap Batam makin solid.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah menjawabnya dengan pelayanan yang makin baik, kepastian berusaha, dan infrastruktur penunjang,” kata Amsakar, dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Gebrakan tersebut sejatinya sudah terlihat sejak awal tahun. Pada Triwulan I 2026, investasi Batam tumbuh melonjak 102,85% secara tahunan hingga mencapai Rp 17,48 triliun.

Lompatan ini hampir 14 kali lipat lebih tinggi dari pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen.

Batam bahkan menyumbang sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional di periode tersebut.

Amsakar menegaskan pihak tak mau berpuas diri hanya pada angka. Fokus utamanya memastikan proyek terealisasi dan dampak ekonomi dirasakan warga.

“Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, dan industri berkembang,” tegas Amsakar.

Dampak nyata pertumbuhan investasi ini terlihat dari melesatnya penyerapan tenaga kerja di Batam.

Pada Semester I 2026, jumlah tenaga kerja melonjak menjadi 40.943 orang dari sebelumnya 30.979 orang di Semester I 2025.

Artinya, ada penambahan 9.964 pekerja baru alias tumbuh 32,16 persen.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, kemudahan dan kualitas pelayanan publik menjadi kunci utama untuk terus menggaet investor.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan ekspansi,” ungkap Li Claudia.

Ia memastikan koordinasi antar-instansi akan terus diperkuat agar semua hambatan di lapangan bisa diselesaikan dengan cepat.

Ke depan, BP Batam tak sekadar mengejar nilai investasi, tetapi juga kualitas dan nilai tambah industri yang masuk.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menjelaskan, Batam kini membidik sektor manufaktur berteknologi tinggi, data center, kecerdasan buatan (AI), energi, hingga logistik.

“Batam bukan lagi sekadar kawasan industri biasa, melainkan pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” tegas Fary.

Dengan capaian Semester I yang sudah melewati separuh target bottom-up.

BP Batam optimistis bisa menuntaskan target investasi Rp 70 triliun hingga akhir tahun 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia di Asia Tenggara.

 

(Ipl/Ipl)