Kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden ke Bank Sampah Beo Asri
Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, melakukan kunjungan kerja di kawasan Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Salah satu agenda utamanya adalah mengunjungi Bank Sampah Beo Asri yang berada di Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan. Di tempat ini, ia menyaksikan langsung semangat dan kepedulian masyarakat, khususnya para ibu-ibu, dalam mengumpulkan minyak jelantah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan serta mendukung ekonomi sirkular.
Tina Talisa sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh anggota Bank Sampah Beo Asri. Ia menilai bahwa meskipun sebagian besar anggotanya sudah berusia lanjut, semangat mereka tetap tinggi dan produktif. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti pengelolaan minyak jelantah.
“Kami sangat menghargai perjuangan ibu-ibu di sini. Meski usia mereka sudah tua, semangat dan antusiasme mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bisa dilakukan oleh siapa saja,” ujar Tina.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan dari Pengumpulan Minyak Jelantah
Pengumpulan minyak jelantah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Minyak jelantah yang dikumpulkan oleh anggota Bank Sampah Beo Asri dapat dijual dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Hal ini menjadi tambahan pendapatan bagi warga setempat.
Selain itu, minyak jelantah juga berkontribusi dalam pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi di Kilang Cilacap. Dengan demikian, kegiatan ini turut mendukung upaya transisi energi nasional.
Harapan untuk Masa Depan
Tina Talisa berharap Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi contoh dan pelopor bagi lahirnya “Kampung Minyak Jelantah” di berbagai daerah di Indonesia. Ia percaya bahwa inisiatif seperti ini bisa menjadi solusi yang berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Bank Sampah Beo Asri, Sri Widowati, menjelaskan bahwa program pengumpulan minyak jelantah telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Saat ini, bank sampah ini memiliki lebih dari 900 anggota dan mampu mengumpulkan rata-rata 100 hingga 150 kilogram minyak jelantah setiap bulannya.
“Respons masyarakat sangat positif. Mereka semakin sadar akan pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualan minyak ini juga memberikan tambahan penghasilan,” kata Sri.
Kolaborasi dengan Pertamina
Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan bahwa kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI menjadi motivasi bagi anggota Bank Sampah Beo Asri untuk terus berkembang. Ia berharap kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina dapat terus berlanjut, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kehadiran Ibu Tina Talisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Bank Sampah Beo Asri. Kami berharap kerjasama ini bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, serta pengembangan energi berkelanjutan,” ujar Didik.
Bank Sampah Beo Asri merupakan bagian dari Program Kampung KB Gadis, salah satu program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Selain mengelola minyak jelantah, kelompok ini juga aktif dalam mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi serta mengembangkan kerajinan ramah lingkungan melalui Kiye Ecoprint.
Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap konsisten mendorong terciptanya masyarakat mandiri, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.




















