Balita di Makassar yang Hilang Ditemukan dalam Keadaan Sehat
Seorang balita di Makassar yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat. Kasus penculikan yang menimpa Bilqis, balita berusia 4 tahun, telah terungkap dengan adanya tindakan dari pihak kepolisian.
Bilqis, yang sebelumnya hilang selama sepekan, ditemukan di Jambi. Peristiwa ini berawal pada Minggu (2/11/2025) pagi ketika Bilqis bersama ayahnya, Dwi Nurmas (34), berlatih tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar. Taman tersebut sering dikunjungi warga untuk berolahraga dan bermain bersama keluarga.
Dwi Nurmas datang sekitar pukul 08.05 WITA bersama Bilqis yang kemudian bermain di playground dekat lapangan tenis. Sekitar pukul 09.00 WITA, Dwi masih sempat memanggil anaknya beberapa kali dari lapangan. “Dua kali saya panggil, dia jawab ‘iya, Pak.’ Tapi pas panggilan ketiga sudah tidak ada jawaban,” ujar Dwi, dikutip dari TribunToraja.com, Jumat (7/11/2025).
Sadar bahwa anaknya tidak menjawab, Dwi segera menghentikan permainan dan berkeliling taman untuk mencari Bilqis. Pencarian dilakukan hingga sore hari dengan bantuan pengunjung, tetapi hasilnya nihil. “Saya keliling dari ujung ke ujung taman, nihil. Istri saya juga datang ikut mencari sampai ke Jalan Pettarani dan sekitar Jalan Pelita,” tuturnya.
Rekaman CCTV di sekitar taman menunjukkan seorang perempuan membawa tiga anak, salah satunya mengenakan kaus pink yang dikenali sebagai Bilqis. Dua anak lain terlihat mengikuti di belakang, namun identitas mereka belum diketahui. Keesokan harinya, Senin (3/11/2025), Dwi melaporkan hilangnya Bilqis ke Polsek Panakkukang.
Akal-akalan Penculik Terbongkar
Terbongkar akal-akal picik penculik Bilqis, bocah usia 4 tahun asal Makassar yang dibawa paksa ke Jambi. Pelaku mendapat keuntungan berlimpah setelah menculik Bilqis.
Sri Yuliana alias Ana terekam CCTV membawa Bilqis, balita di Makassar yang sempat hilang. Ia kemudian menjual Bilqis seharga Rp 3 juta. “Saya tidak tau siapa namanya (yang beli). Rp 3 juta. Tapi dia sendiri yang sebut Rp 3 juta,” kata Ana.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Jimmy Christian Samma mengatakan Bilqis kemudian dibawa dari Makassar dengan Kabupaten Merangin, Jambi. “Motif para pelaku murni untuk mencari keuntungan ekonomi,” ungkapnya.
Ana menjual ke perantara pertama seharga Rp 3 juta. Pengakuan itu diperkuat dengan bukti dua kali transfer, yaitu Rp 500.000 dan Rp 2.500.000. Total uang hasil penjualan Bilqis mencapai Rp 3 juta. Pelaku kedua, Mery Ana (42) dan Ade Frianto Syahputra (36) menjual Bilqis ke Suku Anak Dalam seharga Rp 80 juta.
Mery merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Tembesu, Kabupaten Merangin, Jambi. Sementara itu, Ade asal Kampung Baru 2, Pasar Bangko, Kabupaten Merangin. Mery membantah bahwa dirinya menculik Bilqis. “Gak ada kami menculik anak, kami tidak menculik anak,” katanya. Ia mengaku bahwa ada seseorang yang memintanya mencarikan anak untuk diadopsi.
“Orang yang ngasih kami anak itu, ada orang yang minta carikan anak untuk adopsi,” katanya. Mery Ana mengaku menjualnya seharga Rp 30 juta. “Jual Rp 30 juta. Ngasih ke Nadia Rp 30 juta.. Tunai di Jambi, langsung cash,” katanya. Mery juga membantah bahwa dirinya melakukan penculikan. “Bukan dijual bang, adopsi orang tu mau,” katanya.




















