Komitmen OJK dalam Memperkuat Pengawasan Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan dan meningkatkan deteksi dini terhadap aktivitas transaksi yang tidak wajar atau berpotensi melanggar ketentuan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyampaikan bahwa aspek perlindungan konsumen dan investor serta terjaganya integritas pasar menjadi prioritas utama bagi seluruh pelaku pasar. Menurutnya, pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga agar transaksi berjalan dengan wajar, teratur, dan efisien.
Inarno menambahkan bahwa OJK akan terus meningkatkan sinergi dengan para self regulatory organization (SRO) dan pelaku pasar. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan penegakan disiplin pasar, pemberantasan praktik manipulatif, serta perlindungan optimal bagi investor.
Edukasi dan Literasi Masyarakat
Selain tindakan preventif dan represif, OJK juga berkomitmen untuk memperluas literasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar investor dapat memahami bahwa investasi yang bijak memerlukan pemahaman terhadap risiko. “Bukan semata-mata mengejar keuntungan secepat mungkin,” jelas Inarno.
Penguatan edukasi ini diharapkan mampu memberikan dasar yang kuat bagi masyarakat dalam mengambil keputusan investasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat akan lebih mampu mengenali tanda-tanda transaksi yang tidak sehat dan menghindari risiko kerugian yang tidak perlu.
Tindakan Tegas terhadap Pelaku Manipulasi Pasar
Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi toleransi bagi pelaku manipulasi pasar atau praktik saham gorengan. Bahkan, ia mendorong agar para pelaku yang terbukti bersalah dijerat sanksi hukum oleh otoritas terkait.
“Saya ekspektasi dalam setahun akan banyak penggoreng-penggoreng saham di sana yang dihukum oleh Bursa (BEI) maupun OJK,” ujar Purbaya dalam sambungan virtual Zoom saat Agenda Media Gathering APBN 2026 di Bogor, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, penegakan hukum di pasar modal menjadi syarat utama sebelum pemerintah memberikan insentif baru bagi pelaku industri tersebut. Purbaya menilai sudah saatnya Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak tegas praktik manipulasi harga saham yang selama ini marak, namun jarang berujung sanksi hukum.
Langkah Konsisten untuk Membangun Pasar yang Sehat
Langkah-langkah yang diambil oleh OJK dan pemerintah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam membangun pasar modal yang sehat dan transparan. Dengan kombinasi antara pengawasan ketat, edukasi, dan tindakan tegas terhadap pelaku ilegal, diharapkan pasar modal akan lebih stabil dan aman bagi semua pihak.
Peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta penerapan sanksi yang tegas akan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan investasi yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat akan lebih percaya dan tertarik untuk berpartisipasi dalam pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.






















