Hukum  

25 Mobil Sitaan Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Dipindahkan KPK, Noel: Tak Satupun Milik Saya

Pemerasan Sertifikasi K3
KPK pamerkan 15 mobil dan 7 motor yang disita dari Noel atas kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3, Kamis (21/8/2025). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Jakarta – KPK telah menyita 32 kendaraan dari kasus eks Wamenaker Immanuel Ebenezer atau Noel dalam perkara dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker.

Kini 32 kendaraan hasil sitaan KPK itu telah dipindahkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

Pemindahan puluhan kendaraan itu untuk menjaga kondisi dan keamanan barang bukti.

Dari hasil penyitaan, KPK mengamankan 25 mobil dan 7 sepeda motor dengan berbagai merek ternama.

Berikut daftar merek 25 mobil dan 7 motor yang dipindahkan KPK ke Rupbasan:

Mobil:

  • Honda CRV (4 unit)
  • BMW 3301
  • Suzuki Jimny 5 Pintu
  • Mitsubishi Xpander (2 unit)
  • Toyota Corolla
  • Hyundai Stargazer
  • Hyundai Palisade sebanyak (2 unit)
  • Hilux
  • Jeep Cherokee
  • Nissan GTR
  • Mitsubishi Pajero Sport
  • Toyota LC HDJ 80 R
  • Toyota Yaris
  • Land Cruiser 300
  • BAIC BJ40 Plus
  • Mercedes-Benz C300
  • Mazda 6 SDN
  • Suzuki 3K5FX
  • Suzuki Type 218i
  • Wuling

Motor:

  • Vespa Sprint
  • Vespa
  • Ducati Xdiavel
  • Ducati Hypermotard
  • Ducati Multi Strada
  • Ducati Streetfighter
  • Ducati Scrambler

Noel Membantah

Menanggapi penyitaan itu, Immanuel Ebenezer membantah kalau kendaraan-kendaraan tersebut bukan miliknya.

“Yang pasti saya tidak ada OTT dan yang 20 sekian mobil itu tidak ada satu pun mobil saya ya,” kata Noel di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Noel memilih tidak membeberkan langkah hukum yang akan ditempuhnya atas kasus dugaan pemerasan tersebut.

Kepada wartawan, Noel hanya menegaskan bahwa KPK tidak pernah menyatakan adanya penyitaan kendaraan yang secara langsung tercatat atas namanya.

“Nantilah, nanti dong. Yang jelas gini, dari KPK nggak pernah menyebutkan saya OTT. Kedua, dari KPK juga nggak ada menyebutkan bahwa itu mobil saya. Itu yang paling penting, artinya siapa yang bermain framing kotor ini,” ujarnya.

Terkait isu dirinya akan mengajukan diri sebagai saksi justice collaborator (JC),Noel masih belum mau memberikan komentar lebih jauh.

“Saya belum menjawabnya, nanti aja ya,” ujarnya.

Sementara, KPK menegaskan akan membuktikan siapa pemilik puluhan kendaraan mewah yang disita dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penelusuran terhadap aset-aset tersebut masih terus dilakukan.

Hal itu untuk memastikan keterkaitan antara kendaraan yang disita dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan itu.

“Tentu kami nanti akan membuktikan terkait dengan bukti-bukti dan petunjuk yang diperoleh dari perkara yang bermula dari kegiatan tangkap tangan ini,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (17/10/2025).

Penyitaan puluhan kendaraan itu bagian proses penelusuran aset hasil tindak pidana korupsi.

KPK tengah mendalami dokumen kepemilikan, aliran dana, hingga kemungkinan penggunaan nama pihak lain untuk menyamarkan kepemilikan sebenarnya.

Lembaga antirasuah tersebut juga memastikan setiap barang bukti akan diverifikasi menyeluruh jelang dibawa dalam proses hukum.

 

 

(Iwn/Ft)