
Patrolmedia, Jakarta -:- Pakar Telematika, Roy Suryo melayangkan somasi terbuka kepada Presiden RI ke 7 Joko Widodo terkait pernyataannya yang menyebut ada “orang besar” dibalik isu ijazah palsu.
Video: Somasi Roy Suryo Kepada Jokowi Soal “Orang Besar” di Balik Isu Ijazah Palsu
Hal itu disampaikan Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis sekaligus Kuasa Hukum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Ahmad Khozinudin dalam konferensi pers di Kantor SAY & Partners di Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025), dikutip dari kanal Langkah Update.
“Kami dari tim advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktifis yang merupakan kuasa hukum Roy Suryo dan kawan kawan (dkk), telah mengirimkan surat somasi pada Kamis untuk saudara Joko Widodo,” kata Ahmad, dikutip dari kanal Youtube Langkah Update.
Ahmad menyebut, somasi itu dilayangkan lantaran Jokowi telah menuding ada “Orang Besar” dibalik perjuangan kliennya, Roy Suryo dkk yang tengah berusaha mendudukkan persoalan terkait ijazah palsu dengan penegakan ilmiah.
Ia mengatakan, Roy Suryo dkk sebenarnya sedang berusaha membantu negara agar bisa segera terlepas dari kemelut ijazah palsu dengan pendekatan sainstifik.
Hal itu menurut Ahmad, dilakukan kliennya atas dasar sebagai bagian dari warga negara yang lahir dan dibesarkan di negeri ini.
“Jadi, sakit sekali ya perasaan klien kami dan kami juga turut tertuduh dalam persoalan ini, seolah-olah membela orang yang dikendalikan oleh “Orang Besar”, dengan narasi ” Orang Besar”, ungkapnya.
Ahmad menegaskan, seharusnya yang berkaitan dengan hukum diselesaikan pula dengan hukum, dan tidak memperluas masalah politik menjadi pembelahan anak bangsa yang makin melebar.
“Itu yang tidak kami inginkan. Dan kalau ingin menuntaskan ijazah palsu ini ya fokus dengan pembuktian, bukan dengan reuni, itu tidak meningkatkan kualitas ijazah yang tadinya palsu, misalnya ya, menjadi asli, ga bisa,” kata Ahmad.
“Karena alasan itulah, kami mengajukan somasi dan tentu saja sikap apa yang melatarbelakangi somasi ini juga akan disampaikan tim kami,” sambungnya.
Sebaliknya, Ahmad menuding, justru yang ada “Orang Besar dibalik itu adalah Silfester Matutina.
” Itu ada “Orang Besar”, kenapa?, saudara Silfester Matutina ini sudah terpidana, di vonis inkrah 1 tahun dan 6 bulan, tapi sampai hari ini tidak menjalani putusan penjara,” kata Ahmad
“Kalau dia berdalih sudah menjalani, itu menjalani proses hukumnya, di sidang iya, tapi menjalani dipenjara itu belum, aneh, patut diduga ada ‘Orang Besar’ ini,” singgungnya lagi.
Disamping itu, Pakar telematika, Roy Suryo juga menyatakan pihaknya sedang mempersiapkan peluncuran buku berjudul “Ijazah Palsu Jokowi” dengan 500 halaman yang rencanya bakal dirilis bertepatan di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 80, tanggal 17 Agustus 2025.
Untuk deklarasinya, kata Roy Suryo, direncanakan secara terbuka di Yogyakarta pada tanggal 18 Agustus 2025.
“Jadi artinya, itu Insyaallah akan memperkuat bagaimana nanti, kalau Presiden RI (Prabowo) bersikap, maka nakeri ditodiningkrat sudah akan bersikap terlebih dahulu, untuk mendukung soal ijazah palsu,” kata Roy. (Erwin)






















