Kebakaran Hutan dan Lahan di Lahan Perkebunan Sawit
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Saraswanti Agro Estate (SAE) di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kebakaran yang berlangsung selama dua hari tersebut diperkirakan telah membakar lebih dari 70 hektare lahan.
Hingga Minggu, 23 Agustus 2026 pagi, sejumlah titik api masih menyala dan petugas BPBD Landak bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman. Kondisi lahan yang kering dan angin kencang membuat api cepat menyebar.
Lokasi dan Luasan Kebakaran
Menurut Kepala Desa Pak Mayam, Pajar, kebakaran telah terjadi sejak dua hari terakhir. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari 70 hektare. “Iya kurang lebih 70 hektare lebih,” ujar Pajar saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu, 23 Agustus 2026 pagi.
Pajar menegaskan bahwa lokasi yang terbakar bukan merupakan kawasan hutan, melainkan lahan perkebunan milik PT Saraswanti Agro Estate. Menurutnya, api cepat menjalar karena kondisi lahan yang kering serta angin kencang. “Lahan sudah disemprot, jadi cepat nyebarnya karena kering, tambah angin kencang lagi,” katanya.
Sebagian area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik api masih ditemukan sehingga petugas terus melakukan pemadaman dan berjaga di lokasi. Salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. “Kendalanya air sulit. Kalau airnya ada, kemarin sudah bisa padam,” ungkap Pajar.
Penyebab Kebakaran Masih Dicari
Terkait penyebab kebakaran, Pajar mengaku belum mengetahui secara pasti dari mana api pertama kali muncul. Namun, ia menyebut aktivitas manusia di sekitar parit sebagai salah satu kemungkinan penyebab, seperti aktivitas memancing maupun puntung rokok. “Kurang tahu juga. Karena ada parit, kemungkinan orang mancing atau puntung rokok,” sebutnya.
Upaya Pemadaman oleh BPBD Landak
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Landak, Suseno Caroko Hadi, mengatakan tim BPBD bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di lokasi. “Sampai tadi malam api masih menyala, tim masih bekerja,” kata Suseno.
BPBD Landak juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat untuk mendapatkan dukungan pemadaman melalui udara. “Tadi malam juga kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk didukung dengan pemadaman udara,” ungkapnya.
Suseno mengatakan perkembangan terbaru mengenai penanganan kebakaran akan disampaikan setelah tim memperoleh informasi lebih lanjut dari lokasi. Pemantauan di lapangan juga terkendala kondisi jaringan komunikasi yang terbatas di sekitar area kebakaran. “Progresnya akan kami infokan kembali, karena di lokasi terbatas sinyal,” jelas Suseno.
Suseno menambahkan, hingga saat ini laporan kebakaran dengan luasan cukup besar di Kabupaten Landak berada di wilayah Pak Mayam. “Sementara yang dilaporkan dengan ukuran besar di Pak Mayam,” pungkasnya.
Data Hotspot Kalimantan Barat
Data terbaru menunjukkan jumlah hotspot di Kalimantan Barat per 20–22 Agustus 2026 melonjak drastis hingga ribuan titik. Berikut daftarnya berdasarkan data BMKG:
- Kabupaten Ketapang = 1.795 titik (81 berkepercayaan tinggi).
- Kabupaten Sanggau = 466 titik.
- Kabupaten Landak = 268 titik.
- Kabupaten Kubu Raya = 254 titik.
- Kabupaten Kayong Utara = 200 titik.
- Kabupaten Melawi = 190 titik.




















