
Senada, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo menyebut kerjasama tersebut sebagai fondasi awal penguatan pasokan listrik Batam.
Pihaknya akan segera menindaklanjuti kerja sama ini melalui berbagai kajian sebelum berlanjut ke tahap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).
“Kami berharap kajian teknis, komersial, ekonomi, dan regulasi dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kepastian pasokan energi jangka panjang bagi Batam,” kata Kwin Fo.
Investasi Batam Melonjak 125%
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai kolaborasi antarsektor pemerintah, BUMN, dan swasta jadi kunci utama menjaga tren positif investasi di Batam.
Ia membeber, realisasi investasi triwulanan Batam melonjak signifikan dari Rp 8 triliun menjadi Rp 15 triliun, atau tumbuh lebih dari 125% dibanding periode yang sama di 2025.
Menurut Amsakar, lompatan performa ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jika kolaborasi seperti ini terus diperkuat, pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, tolak ukur keberhasilan pembangunan Batam tak cuma berfokus pada fisik semata, melainkan juga dampak sosial-ekonomi seperti penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga kenaikan PAD, PNBP, dan kunjungan wisatawan.
Sinergi tiga pihak ini diharapkan mampu mempercepat operasional KEK Tanjung Sauh sekaligus memperkokoh posisi Batam sebagai destinasi investasi utama di tingkat nasional maupun internasional. (Erwin)






















