Kondisi Jalan Veteran di Banjarmasin yang Ambles Mengganggu Warga dan Pedagang
Jalan Veteran di Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin, mengalami ambles yang tidak hanya mengganggu arus lalu lintas tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar, khususnya para pedagang. Peristiwa ini menyebabkan ketidakpastian bagi mereka yang menjalankan usaha di sekitar lokasi.
Sabriansyah, seorang penjahit, mengaku masih bingung mencari tempat untuk mengungsi akibat dampak dari jalan yang ambles. Toko yang ia sewa berada tepat di depan jalan yang retak. Ia pun segera mengamankan barang dagangan sebelum kondisi semakin memburuk seperti yang terjadi pada Rabu (15/7).
Menurut Sabriansyah, keretakan jalan sudah terjadi sejak Senin (13/7) dini hari. Pada Selasa siang, kondisinya semakin parah hingga akhirnya jalan ambles. Saat kejadian, ia dan warga sekitar panik dan berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian, ia masih kesulitan menemukan tempat baru untuk menjalankan usahanya.
“Barang-barang dan alat jahit sudah diamankan. Sementara diungsikan di rumah tetangga di seberang,” ujarnya. Ia juga terus mencoba menelepon rekan atau kerabat untuk mencari kios baru. Meskipun tempat tinggalnya aman karena tidak berada di kawasan Sungailulut, ia masih belum tahu ke mana akan pindah.
Sabriansyah berharap pemerintah bisa secepatnya membenahi jalan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Asmun, seorang pedagang kelapa parut, juga terpaksa tidak membuka lapaknya karena khawatir kondisi jalan semakin membahayakan. Padahal, seluruh bahan dagangan sudah dipersiapkan sejak pagi untuk berjualan.
“Rencana mau berjualan, tapi ada bencana seperti ini, terpaksa tidak jadi,” katanya. Asmun mengaku bahwa sehari sebelumnya ia masih sempat berjualan karena kondisi jalan hanya mengalami retakan dan belum terlalu parah.
“Kalau kemarin masih berjualan. Kondisi jalannya retak, cuma tidak terlalu besar. Baru sekitar jam dua malam tadi retaknya jadi besar,” tambahnya. Ia belum menghitung kerugian akibat tidak bisa berjualan. Beruntung, bahan dagangan yang telah disiapkan masih bisa dijual pada hari berikutnya.
Namun, Asmun mengatakan bahwa lapak yang ditempatinya bukan milik pribadi, melainkan disewa dengan biaya sekitar Rp 1,2 juta per bulan. Bahkan sehari sebelum jalan ambles, ia baru melunasi biaya sewa untuk tiga bulan ke depan.
“Semalam sudah bayar tiga bulan, sampai September,” katanya. Melihat kondisi tersebut, Asmun mulai mempertimbangkan mencari lokasi lain untuk berjualan apabila proses penanganan jalan berlangsung lama.
Ia juga mengungkapkan bahwa tanda-tanda amblesnya jalan sebenarnya sudah terasa sejak dini hari. Sekitar pukul 02.00 Wita, ia merasakan getaran dari badan jalan sebelum akhirnya aspal ambruk. “Sebelum ambruk itu memang ada seperti guncangan,” tuturnya.
Dampak Terhadap Masyarakat Sekitar
Peristiwa jalan ambles di Jalan Veteran tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang tetapi juga menimbulkan rasa khawatir dan ketidaknyamanan bagi warga setempat. Banyak dari mereka yang harus mencari solusi darurat, baik dalam hal tempat tinggal maupun tempat usaha.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan penting bagi pihak berwenang untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap infrastruktur jalan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Dengan adanya perbaikan yang cepat dan efektif, diharapkan dapat menghindari kerugian lebih besar dan memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat.




















