Royal Enfield Goan Classic 350: Kekenyamanan Harian, Pengalaman Touring yang Menggoda



Ada motor yang dirancang untuk memberikan sensasi adrenalin, namun ada juga yang justru membuat pengendaranya ingin mengambil jalan memutar agar perjalanan terasa lebih lama.

Kesan itulah yang saya rasakan setelah menggunakan Royal Enfield Goan Classic 350 sebagai motor harian di Bogor sekaligus menemani berkendara menuju Jakarta. Selama pengujian, odometer mencatat jarak tempuh sekitar 340 kilometer. Rutenya cukup beragam, mulai dari jalanan perkotaan Bogor yang padat, tanjakan dan tikungan, hingga lalu lintas Jakarta yang terkenal sibuk. Kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal karakter Goan Classic 350 secara utuh, mulai dari handling, kenyamanan, performa mesin, hingga efisiensi bahan bakarnya.

Handling yang Menyenangkan

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah handling-nya. Meski memiliki bobot sekitar 197 kilogram, motor ini tidak terasa berat saat mulai berjalan. Distribusi bobotnya sangat baik sehingga mudah diajak bermanuver di kepadatan lalu lintas. Setang model ape hanger juga memberikan posisi tangan yang rileks, sementara posisi duduk yang tegak membuat pengendara tetap nyaman meski harus menghadapi kemacetan cukup lama. Karakter tersebut membuat Goan Classic 350 sangat bersahabat untuk penggunaan sehari-hari. Menyusuri jalanan Kota Bogor yang dipenuhi tanjakan, putaran balik, hingga lalu lintas padat bukanlah pekerjaan yang melelahkan.

Stabil di Jalanan Arteri

Saat diajak menuju Jakarta, motor ini juga tetap stabil ketika melaju di jalan arteri dengan kecepatan jelajah sekitar 80-100 km/jam. Rasa nyaman itu semakin didukung oleh mesin 349 cc satu silinder J-Series berpendingin udara dan oli yang menjadi jantung pacunya. Mesin dengan konfigurasi SOHC tersebut menghasilkan tenaga 20,2 dk pada 6.100 rpm dan torsi 27 Nm pada 4.000 rpm, disalurkan melalui transmisi manual lima percepatan dengan sistem injeksi elektronik (EFI). Karakternya memang bukan untuk mengejar akselerasi agresif, tetapi justru menawarkan torsi yang penuh sejak putaran bawah sehingga motor terasa ringan ketika berakselerasi dari kondisi berhenti maupun saat menanjak.

Getaran mesin yang dulu identik dengan Royal Enfield juga sudah jauh berkurang berkat pengembangan mesin J-Series terbaru. Hasilnya, perjalanan jauh terasa jauh lebih santai tanpa membuat tangan maupun kaki cepat lelah. Inilah salah satu alasan mengapa Goan Classic 350 terasa sama menyenangkannya saat digunakan berangkat bekerja maupun ketika diajak touring pada akhir pekan.

Kenyamanan yang Maksimal

Soal kenyamanan, Royal Enfield tampaknya memang memahami karakter penggunanya. Jok yang lebar membuat posisi duduk tetap nyaman dalam perjalanan panjang. Suspensi depan teleskopik 41 mm dengan travel 130 mm dipadukan dengan suspensi belakang twin shock absorber mampu meredam permukaan jalan yang kurang rata tanpa mengurangi stabilitas motor saat menikung. Untuk menunjang keselamatan, Goan Classic 350 dibekali rem cakram 300 mm di depan dan 270 mm di belakang yang sudah dilengkapi dual-channel ABS.

Motor ini juga menggunakan ban depan berukuran 100/90-19 dan ban belakang 140/70 R17 yang dipasang pada velg jari-jari tubeless. Kombinasi tersebut membuat pengendalian terasa mantap sekaligus memberikan kemudahan apabila ban mengalami kebocoran. Kapasitas tangki bahan bakarnya mencapai 13 liter, cukup besar untuk ukuran motor di kelasnya. Selama pengujian kombinasi rute Bogor dan Jakarta, konsumsi BBM rata-rata berada di kisaran 35 km/liter. Dengan kata lain, setiap 1 liter bensin mampu membawa Goan Classic 350 menempuh sekitar 35 kilometer.

Daya Tarik yang Tak Terbantahkan

Jika tangki diisi penuh, jarak tempuh teoritisnya dapat mencapai sekitar 450 kilometer, membuat motor ini sangat layak dijadikan teman touring tanpa harus sering berhenti di SPBU. Selain aspek teknis, daya tarik terbesar Goan Classic 350 tetap terletak pada karakternya. Desain bobber klasik dengan detail krom, lampu bulat, jok tunggal, dan posisi berkendara yang santai selalu berhasil menarik perhatian orang-orang di sekitar. Hampir setiap kali berhenti, selalu ada yang melirik atau sekadar bertanya mengenai motor ini.

Setelah menempuh sekitar 340 kilometer, saya memahami bahwa Royal Enfield Goan Classic 350 bukanlah motor yang mengandalkan performa untuk mencuri perhatian. Justru sebaliknya, motor ini menawarkan pengalaman berkendara yang santai, handling yang bersahabat, mesin yang halus, serta kenyamanan yang membuat perjalanan harian maupun touring terasa sama-sama menyenangkan. Bagi mereka yang menginginkan motor bergaya klasik dengan sentuhan teknologi modern dan karakter berkendara yang rileks, Goan Classic 350 menjadi salah satu pilihan yang sulit untuk diabaikan.