Ringkasan Berita:
- Ketua DEPMATA Tabi-Papua, Ismael Isack Mebri, mengimbau warga Tabi dan Saireri mengabaikan provokasi menjelang 1 Juli, yang sering dikaitkan dengan OPM.
- Sebagai Ondofolo Kampung Yoka, ia meminta masyarakat menjaga persatuan dan beraktivitas normal.
- Keamanan telah dikoordinasikan dengan TNI-Polri demi kelancaran pembangunan Otonomi Khusus serta menjaga Papua tetap aman dan kondusif.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Masyarakat di wilayah Tabi dan Saireri diimbau untuk mengabaikan segala bentuk provokasi yang kerap muncul menjelang tanggal 1 Juli.
Ketua Dewan Adat Pemuda, Masyarakat, dan Tokoh Adat (DEPMATA) Tabi-Papua, Ismael Isack Mebri, menegaskan bahwa momentum tersebut sering dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memecah belah warga.
Ismael, yang juga merupakan Ondofolo Kampung Yoka, meminta seluruh elemen masyarakat tetap memprioritaskan persatuan di atas kepentingan kelompok.
Menurut Ismael, agenda-agenda sepihak yang berseberangan dengan pemerintah kerap mencuat untuk memperingati hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Fenomena tahunan ini harus disikapi secara bijak agar tidak mengganggu stabilitas sosial yang telah terbangun.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Tabi dan Saireri, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun isu-isu yang berkembang menjelang 1 Juli,” kata Ismail lewat keterangan tertulisnya, Selasa (1/6/2026).
“Mari kita bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar dan tidak mudah percaya terhadap provokasi yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” timpal Ismael.
Ismael menambahkan bahwa kedamaian di Tanah Papua merupakan modal utama dalam menyukseskan pembangunan daerah.
Ia mengingatkan warga agar tidak memberi ruang bagi penyebaran isu negatif yang dapat merusak tatanan persaudaraan dalam bingkai NKRI.
“Persatuan masyarakat Papua adalah kekuatan utama yang harus kita jaga. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk memecah belah persaudaraan yang selama ini telah kita bangun bersama,”tegasnya.
Warga Papua juga diimbau untuk menjalankan aktivitas harian secara normal tanpa merasa khawatir.
Jaminan keamanan sepenuhnya telah dikoordinasikan bersama aparat TNI-Polri dan pemerintah daerah.
“Kita harus tetap beraktivitas seperti biasa. Percayakan upaya menjaga keamanan kepada aparat TNI-Polri bersama pemerintah yang terus bekerja untuk menciptakan situasi yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat Papua,” ungkapnya.
Ismael menekankan pentingnya mendukung program keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus) demi kesejahteraan masyarakat asli Papua.
“Mari kita rawat kedamaian yang telah kita bangun bersama. Jangan biarkan provokasi ataupun isu-isu yang tidak bertanggung jawab merusak persaudaraan kita,” tuturnua.
Dengan kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga persatuan, Ismaili meyakini Papua akan tetap aman, damai, dan menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Tentunya kiat semua mendukung penuh pembangunan di Tanah Papua demi kesejahteraan masyarakat Papua yang dapat terwujud,” tutup Ismael. (*)






















