Ringkasan Berita:
- Kepuasan publik terhadap kinerja Gibran turun dari 52,9 persen menjadi 43,8 persen.
- Tingkat ketidakpuasan meningkat menjadi 51,1 persen dibanding Agustus 2025.
- Keyakinan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan membawa Indonesia lebih baik turun dari 80,4 persen menjadi 53,2 persen.
- Survei melibatkan 2.400 responden dengan margin of error ±2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
– Hasil Survei Nasional Puspoll Indonesia periode 18–26 Mei 2026 menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dibandingkan hasil survei sebelumnya pada Agustus 2025.
Penurunan juga terjadi pada tingkat keyakinan masyarakat terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Survei yang melibatkan 2.400 responden tersebut memperlihatkan bahwa kepuasan terhadap kinerja wakil presiden berada di bawah angka 50 persen.
Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan serta keraguan publik terhadap arah pemerintahan mengalami peningkatan dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan terakhir.
Temuan ini menjadi salah satu indikator yang menggambarkan perubahan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi sepanjang 2026.
Rincian Tingkat Kepuasan terhadap Kinerja Gibran
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 43,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Angka tersebut merupakan gabungan dari:
- 39,5 persen responden menyatakan cukup puas.
- 4,3 persen responden menyatakan sangat puas.
Sementara itu, tingkat ketidakpuasan publik meningkat hingga mencapai 51,1 persen.
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, mengatakan tren tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan survei sebelumnya.
“Tercatat sebesar 43,8 persen, turun dibanding Agustus 2025 yang mencapai 52,9 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Chamad Hojin, di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026), dikutip dari Kompas.com.
Menurut data survei, pada Agustus 2025 tingkat ketidakpuasan masih berada di angka 42,9 persen, sedangkan pada Mei 2026 meningkat menjadi 51,1 persen.
Keyakinan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Ikut Menurun
Selain mengukur tingkat kepuasan, survei juga memotret tingkat optimisme masyarakat terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hasilnya menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.
“Dari 80,4 persen di Agustus 2025, menjadi 53,2 persen pada Mei 2026,” kata Chamad.
Artinya, masyarakat yang yakin pemerintahan Prabowo-Gibran akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik turun sekitar 27,2 poin persentase dibandingkan survei sebelumnya.
Sebaliknya, jumlah masyarakat yang tidak yakin meningkat cukup tajam.
Data survei mencatat tingkat ketidakyakinan publik naik dari 15,8 persen pada Agustus 2025 menjadi 43,1 persen pada Mei 2026.
Mayoritas Masih Menilai Indonesia Berjalan ke Arah yang Benar
Meski sejumlah indikator mengalami penurunan, mayoritas responden masih menilai Indonesia berada di jalur yang benar.
Chamad menyampaikan bahwa sebanyak 51,7 persen responden menilai Indonesia sedang berjalan ke arah yang benar.
“34 persen menyatakan menuju ke arah yang salah,” kata Chamad.
Sementara sisanya memilih tidak memberikan jawaban atau memiliki pandangan lain sesuai hasil survei.
Puspoll: Belum Terjadi Krisis Legitimasi Pemerintahan
Puspoll Indonesia menilai hasil survei tersebut belum menunjukkan adanya krisis legitimasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Chamad, tingkat kepuasan terhadap Presiden masih berada pada level mayoritas.
Namun, ia mengingatkan adanya penurunan keyakinan masyarakat terhadap prospek pemerintahan.
“Ini merupakan tekanan terhadap legitimasi berbasis kinerja yang perlu dijawab dengan hasil kebijakan yang nyata, bukan sekadar penguatan narasi komunikasi,” kata dia.
Ia juga menilai pemerintah perlu menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi.
“Pemerintah perlu membaca data tersebut sebagai peringatan dini dan peluang untuk melakukan koreksi sebelum tekanan ekonomi berkembang menjadi ketidakpuasan politik yang lebih luas.”
Metodologi Survei Puspoll Indonesia
Survei Nasional Puspoll Indonesia dilaksanakan pada 18–26 Mei 2026 dengan melibatkan 2.400 responden di berbagai wilayah Indonesia.
Adapun rincian metodologinya sebagai berikut:
- Periode survei: 18–26 Mei 2026
- Jumlah responden: 2.400 orang
- Margin of error: ±2 persen
- Tingkat kepercayaan: 95 persen
- Metode sampling: probability sampling dengan multistage random sampling
Memperhatikan proporsi wilayah perkotaan (urban) dan pedesaan (rural) serta distribusi pemilih di setiap provinsi.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) menggunakan kuesioner terstruktur.
Responden berusia minimal 17 tahun atau telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Quality control dilakukan terhadap 20 persen hasil wawancara yang dipilih secara acak.
Hasil survei Puspoll Indonesia memperlihatkan adanya perubahan persepsi publik dibandingkan Agustus 2025.
Penurunan kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terjadi bersamaan dengan meningkatnya tingkat ketidakpuasan serta melemahnya keyakinan masyarakat terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Meski demikian, data yang sama juga menunjukkan bahwa mayoritas responden masih menilai Indonesia berada di arah yang benar dan Puspoll menilai kondisi tersebut belum mengarah pada krisis legitimasi pemerintahan.
Temuan ini dapat menjadi salah satu indikator bagi pemerintah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan dan komunikasi publik, mengingat persepsi masyarakat dapat berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi, sosial, maupun implementasi program pemerintah di masa mendatang.
Jadikan preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini


















