Lokal  

Jadwal Piodalan Pura Bali Rabu Ini: Cek di Sini!

Perayaan Piodalan di Bali: Menjaga Harmoni dan Kesejahteraan Melalui Ritual Tahunan

Pada hari Rabu, Juni 2026, kalender Bali menandai momen penting yaitu Buda Umanis Julungwangi. Hari ini bukan sekadar pergantian hari biasa, melainkan sebuah penanda bagi banyak pura dan merajan di seluruh penjuru Bali untuk menggelar upacara piodalan, yang juga dikenal sebagai Dewa Yadnya. Upacara ini memiliki makna mendalam sebagai sarana untuk memulai proses pembersihan spiritual pada setiap aspek keagamaan atau Parahyangan.

Piodalan, menurut berbagai literatur, dapat diartikan sebagai perayaan hari jadi sebuah tempat suci. Lebih dari sekadar perayaan, upacara ini merupakan wujud kewajiban spiritual bagi umat Hindu di Bali. Ini adalah cara mereka untuk memenuhi janji atau utang kepada Ida Hyang Widi Wasa, Sang Pencipta, beserta seluruh manifestasi-Nya yang bersemayam di Pura Kahyangan Desa. Pelaksanaan piodalan di Pura Kahyangan Desa umumnya dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu setiap enam bulan sekali, meskipun ada pula yang melaksanakannya setahun sekali.

Tujuan utama dari penyelenggaraan upacara piodalan adalah untuk memelihara dan mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. Kepercayaan ini diperkuat oleh ajaran dalam lontar Sundari Gama, yang secara tegas menyatakan bahwa barang siapa yang lalai dalam memelihara dan melaksanakan kewajibannya di Pura Puseh (pura pusat), maka masyarakat yang bersangkutan akan menghadapi kekurangan dalam hal kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan. Sebaliknya, bagi umat yang dengan tulus menjalankan kewajibannya kepada Ida Hyang Widi Wasa, kehidupan yang mereka jalani akan dipenuhi kerukunan dan ketentraman.

Jadwal dan Lokasi Piodalan pada Buda Umanis Julungwangi

Pada hari Buda Umanis Julungwangi, Rabu, Juni 2026, sejumlah pura dan merajan di Bali dijadwalkan untuk melaksanakan upacara piodalan. Berikut adalah beberapa lokasi yang tercatat:

  • Pura Penetaran Gana Bebalang, Bangli.
    Pura ini merupakan salah satu pura penting di wilayah Bangli yang menggelar upacara piodalan pada hari yang istimewa ini.
  • Pura Dalem Gede Banjar Pande, Bangli.
    Melanjutkan rangkaian perayaan di Bangli, Pura Dalem Gede di Banjar Pande juga menjadi tuan rumah upacara piodalan, menegaskan kembali pentingnya penghormatan terhadap manifestasi Ida Hyang Widi Wasa.
  • Pura Puncaksari di Sangeh Abiansemal, Badung.
    Di Kabupaten Badung, Pura Puncaksari di Sangeh Abiansemal akan merayakan piodalan. Lokasi ini dikenal dengan keunikan dan nilai spiritualnya.
  • Pura Dadia Agung Pasek Sanak Sapta Resi Sidan, Gianyar.
    Keluarga besar Pasek Sanak Sapta Resi di Sidan, Gianyar, melalui pura dadia agung mereka, turut serta dalam perayaan ini, menunjukkan kekompakan dan keseriusan dalam menjalankan tradisi.
  • Merajan Pasek Tohjiwa Jakatebel.
    Merajan atau pura keluarga Pasek Tohjiwa di Jakatebel juga akan melaksanakan upacara piodalan, menjadi momen penting bagi keluarga besar tersebut untuk berkumpul dan memanjatkan doa.
  • Merajan Pasek Prateka Batusesa.
    Demikian pula, merajan keluarga Pasek Prateka di Batusesa akan menggelar upacara piodalan, menegaskan peran merajan sebagai pusat spiritual keluarga.
  • Odalan di Merajan Jeroan Dauh Cemenggon.
    Upacara odalan, istilah lain untuk piodalan, juga akan dilaksanakan di Merajan Jeroan Dauh Cemenggon, menambah daftar tempat yang merayakan hari jadinya.
  • Pura Puseh Penegil Darma Kubutambahan, Singaraja, Buleleng.
    Di ujung utara Bali, tepatnya di Buleleng, Pura Puseh Penegil Darma di Kubutambahan akan menjadi pusat perayaan piodalan, menunjukkan keberagaman dan keseragaman praktik keagamaan di seluruh Bali.

Pelaksanaan upacara piodalan ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah cerminan dari kearifan lokal yang terus dijaga. Ini adalah bukti nyata bagaimana masyarakat Bali secara kolektif berupaya menyeimbangkan hubungan mereka dengan alam semesta, para leluhur, dan Sang Pencipta, demi terwujudnya kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera. Melalui ritual-ritual seperti piodalan, nilai-nilai spiritual dan budaya diwariskan dari generasi ke generasi, memastikan kelangsungan tradisi yang kaya dan bermakna.