Langkah Pemerintah dalam Perbaikan Sistem Pendidikan
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sejumlah langkah penting yang diambil pemerintah dalam bidang pendidikan selama Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8). Langkah-langkah tersebut mencakup percepatan renovasi sekolah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
Percepatan Renovasi Sekolah
Presiden menekankan bahwa setiap anak Indonesia harus memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, pemerintah saat ini menjalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan.
“Tahun lalu kita telah merehabilitasi 17 ribu sekolah. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 71 ribu lebih. Tahun depan target kita adalah 100 ribu sekolah. Pada tahun 2028, kita akan mencapai angka yang sama, dan pada tahun 2029, semua sekolah di Indonesia, baik SD, SMP, SMA, SMK, maupun pesantren, harus selesai direnovasi,” jelas Presiden.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kota-kota besar, tetapi juga memberikan perhatian pada daerah terpencil. “Bahkan di pulau yang paling terluar, seperti Pulau Miangas, kita sudah melakukan perbaikan sekolah,” tambahnya.
Digitalisasi Pembelajaran
Dalam hal digitalisasi pembelajaran, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah membagikan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) kepada sekolah di seluruh Indonesia.
“Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Pada tanggal 31 Desember, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif,” ujarnya.
Menurut Presiden, penggunaan teknologi ini akan memberikan akses yang lebih luas kepada guru dan murid terhadap kurikulum dan konten pembelajaran. Materi pembelajaran juga dapat diakses kembali jika diperlukan, termasuk dari rumah.
Penguasaan Bahasa Asing
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran bahasa asing akan mulai diberikan sejak jenjang sekolah dasar, termasuk bagi murid kelas 1 SD.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti ketika masuk ke dunia kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa bekerja dengan pihak manapun,” lanjut Presiden.
Kesiapan Generasi Muda
Dengan berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah, Presiden optimis bahwa generasi muda Indonesia akan siap menghadapi tantangan global. Program-program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik secara akademik maupun profesional.






















