Alex Lanier menjadi pebulu tangkis Prancis pertama yang mencapai final tunggal putra Kejuaraan Dunia 2026 setelah mengalahkan Victor Lai (Kanada) di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Sabtu (22/8/2026). Pebulu tangkis peringkat 10 dunia itu mencatatkan kemenangan 16-21, 21-13, 21-14 atas peringkat 7 dunia, Lai. Lanier sebelumnya telah mencetak sejarah dengan memastikan medali pertama bagi negaranya pada nomor tunggal putra saat mencapai babak empat besar.
Keberhasilannya melaju ke final semakin menunjukkan pesatnya perkembangan bulu tangkis Prancis dalam beberapa tahun terakhir. “Kami berdua menunjukkan kesiapan dan berjuang habis-habisan. Melihat kualitas pertandingannya, saya sangat menikmati kemenangan ini. Rasanya luar biasa,” ujar Lanier yang berusia 21 tahun.
“Selama beberapa waktu terakhir, dalam beberapa bulan belakangan, kami telah melakukan segala upaya terbaik. Tugas itu telah tuntas. Saya dan para pelatih mengambil keputusan yang tepat.”
“Setelah setiap turnamen, saya ingin melangkah lebih jauh. Saya ingin terus memacu diri. Itulah yang saya lakukan. Saya merasa nyaman di lapangan dan fokus untuk berjuang hingga akhir. Setelah reli-reli panjang, tubuh saya seolah berkata ‘ini batas kemampuanmu’, namun pikiran saya berkata ‘diam saja dan teruslah bermain’, jadi saya pun mengerahkan kemampuan 100 persen.”
Rival seangkatan Alwi Farhan telah menorehkan sejumlah pencapaian penting baru-baru ini, termasuk menjuarai Japan Open 2024 yang menjadikannya pemain pertama dari negaranya yang memenangkan gelar Super 750—serta menjadi juara Eropa termuda di usia 20 tahun pada 2025. Tahun ini, Lanier menambah koleksi gelarnya dengan memenangkan turnamen Super 750 Singapore Open dan Orleans Masters.
“Saya tidak merasa terlalu emosional saat ini,” ujar Lanier usai pertarungan sengit tersebut. “Saya terlalu lelah untuk benar-benar merasakan betapa besarnya pencapaian ini; saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya besok dan menjalaninya dengan cara yang tepat.”
Prancis juga meraih kesuksesan lain saat pasangan ganda campuran peringkat ke-5 dunia, Thom Gicquel dan Delphine Delrue, menjadi wakil pertama dari negara mereka yang mencapai final Kejuaraan Dunia. Mereka mengalahkan pasangan peringkat ke-2 dunia asal China, Jiang Zhen Bang dan Wei Ya Xin, dengan skor 19-21, 21-13, 21-11 dalam pertandingan semifinal sebelumnya.
Gicquel dan Delrue akan menghadapi pasangan peringkat 1 dunia asal China, Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping, pada babak final, Minggu (23/8/2026). Sementara itu, Lai mendapat sedikit pelipur lara dengan meraih medali kedua bagi negaranya, meskipun ia kalah dari Lanier. Lai mencetak sejarah sebagai atlet Kanada pertama yang meraih medali Kejuaraan Dunia di Paris tahun lalu, sekaligus membuktikan bahwa pencapaiannya itu bukan sekadar keberuntungan dengan mengulanginya di New Delhi.
Ia juga memenangkan gelar Indonesia Open (level Super 1000) tiga bulan lalu dan berhasil menembus peringkat 10 besar dunia tahun ini. Lanier selanjutnya akan menghadapi wakil Jepang, Kodai Naraoka, yang berhasil menaklukkan Chou Tien-chien asal Taiwan dengan skor 17-21, 21-11, 21-10 pada laga semifinal kedua.
Chou memenangi gim pertama namun tampak kehabisan tenaga di gim penentuan, sehingga memberi kesempatan bagi Naraoka untuk mendominasi lawannya yang mulai kewalahan dan melaju ke final kejuaraan dunia pertamanya. Juara bertahan Akane Yamaguchi terus melaju dalam upaya meraih gelar juara dunia bulu tangkis keempatnya.
Yamaguchi tampil dalam performa terbaiknya saat mengatasi lawannya yang sebelumnya melaju ke semifinal tanpa bertanding (walkover) pada perempat final setelah Nozomi Okuhara (Jepang) mundur akibat cedera lutut pada gim pertama. Gim kedua berlangsung sengit, namun pengalaman Yamaguchi sebagai pemain peringkat dua dunia menjadi kunci keberhasilannya melangkah ke final kejuaraan dunia untuk keempat kalinya.
“Saya tidak terlalu memikirkan kemenangan-kemenangan sebelumnya, tapi ya, sungguh luar biasa bisa berada di sini hari ini dan saya tak sabar untuk menikmati pertandingan final,” ujar Yamaguchi. Dia akan menghadapi pemain peringkat teratas An Se-young (Korea Selatan) dalam partai perebutan gelar. Yamaguchi sebelumnya mengalahkan Pornpawee Chochuwong (Thailand), dengan skor 21-12, 21-17 pada semifinal.
Sementara itu, Juara Olimpiade Paris 2024 sekaligus unggulan teratas, An, berhasil menaklukkan pemain peringkat tiga dunia, Wang Zhi Yi (China), dengan skor 24-22, 21-16 dalam durasi 61 menit. An, yang merupakan Juara Dunia 2023, menghadapi perlawanan sengit dari Wang yang tampil penuh tekad. Pada gim kedua, kedua pemain tampak kelelahan akibat cuaca lembap di Delhi, namun ketangguhan An membawanya tetap berada di jalur untuk meraih medali emas kedua.
“Sangat lelah, kami menjalani reli-reli panjang,” kata An dengan napas terengah-engah usai kemenangan tersebut. “Saya benar-benar mengerahkan segalanya. Saya hanya fokus untuk memulihkan tenaga lebih cepat sembari mengatur napas.”
Laga final akan ditutup oleh penampilan murid Herry Iman Pierngadi, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia). Chia/Soh menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara pada partai puncak Kejuaraan Dunia 2026.
JADWAL FINAL KEJUARAAN DUNIA 2026:
* 14.30 WIB – XD : Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (1/China) vs Thom Gicquel/Delphine Delrue (5/Prancis)
* 15.20 WIB – WD : Liu Sheng Shu/Tan Ning (1/China) vs Baek Ha-na/Lee So-hee (3/Korea Selatan)
* 16.10 WIB – MS : Kodai Naraoka (10/Jepang) vs Alex Lanier (9/Prancis)
* 17.00 WIB – WS : An Se-young (1/Korea Selatan) vs Akane Yamaguchi (2/Jepang)
* 17.50 WIB – MD : Aaron Chia/Soh Wooi Yik (4/Malaysia) vs Liang Wei Keng/Wang Chang (3/China)
*Jam perkiraan bertanding






















