Kunjungan Jaksa Agung ke Sulawesi Tengah Dihargai oleh Tokoh Hukum
Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, dijadwalkan berada di Sulawesi Tengah selama tiga hari, yaitu dari Kamis hingga Sabtu (7-9 Mei). Kunjungan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih (Sekjen LMP), Abdul Rachman Thaha. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kedatangan Jaksa Agung ke provinsi yang kaya akan budaya dan sumber daya alam ini.
Abdul Rachman Thaha mengatakan bahwa kunjungan Jaksa Agung ke Sulawesi Tengah menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah tersebut. Bagi para pegawai Adhyaksa di Sulteng, kedatangan Jaksa Agung bukan sekadar seremonial biasa, tetapi sebuah momen penting yang memiliki makna mendalam.
”Kedatangan Jaksa Agung paling tidak memberi suntikan semangat. Saat pimpinan tertinggi datang berkunjung ke daerah kita, itu sebuah momen langka. Banyak pelajaran dan makna yang akan diperoleh, khususnya bagi insan jaksa di Sulteng,” ujar ART, sapaan akrab Abdul Rachman Thaha.
Sebagai seorang pemerhati hukum di Indonesia, ART berharap kepada seluruh jaksa di Sulteng untuk lebih profesional dan menjaga integritas pasca kunjungan Jaksa Agung. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dan kapabilitas dalam menjalankan tugas sebagai pengemban hukum.
”Terlebih lagi baru saja digelar perayaan Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA). Saya meyakini dedikasi pengabdian para jaksa semakin tinggi,” tambahnya.
ART menilai bahwa kedatangan Jaksa Agung harus mendorong peningkatan profesionalitas jaksa di Sulteng dalam melakukan penegakkan hukum. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah institusi dengan sebaik-baiknya, serta memastikan bahwa hukum benar-benar menjadi panglima tertinggi dalam setiap tindakan.
Di bawah kepemimpinan ST Burhanuddin, lembaga kejaksaan telah mendapatkan tempat di hati masyarakat. Proses penegakkan hukum berjalan baik, dan hal ini berpengaruh pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
”Buktinya, kejaksaan berada di garda terdepan dalam menyelamatkan kerugian keuangan negara. Ini prestasi yang harus dijaga. Jangan sampai tercederai dengan perilaku person-person yang tidak bertanggung jawab,” ujar pria kelahiran Palu ini.
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat Indonesia, termasuk di Sulteng, untuk turut mendukung kinerja kejaksaan. Menurutnya, saat ini kejaksaan sedang berjalan di jalur yang benar.
”Tanpa menafikan peran lembaga lainnya, harapan Ibu Pertiwi dalam penegakan hukum, saat ini berada di pundak kejaksaan. Olehnya itu, kejaksaan harus kita jaga dan ingatkan, agar jangan sampai terkoyak oleh ulah oknum yang sengaja merusak institusi,” pesan Abdul Rachman Thaha.
Komentar dan Harapan Masa Depan
Dari segi komentar dan harapan, kunjungan Jaksa Agung ke Sulteng menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran kejaksaan dalam menjaga keadilan. ART menekankan bahwa kejaksaan tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Ia juga berharap agar para jaksa di Sulteng dapat terus meningkatkan kompetensi mereka melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, mereka akan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Selain itu, ART menyarankan adanya kolaborasi antara kejaksaan dengan instansi lain seperti polisi, lembaga penegak hukum, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem penegakan hukum secara keseluruhan.
Dengan semua harapan dan komentar tersebut, kunjungan Jaksa Agung ke Sulawesi Tengah menjadi titik awal yang positif untuk membangun sistem hukum yang lebih kuat dan transparan di daerah tersebut.






















